Desember 2019, Mendag Lobi Trump Agar Hapus Bea Masuk Baja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) mengikuti ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting ke-18 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Kamis, 31 Oktober 2019. ANTARA

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) mengikuti ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting ke-18 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Kamis, 31 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto akan mengunjungi Amerika Serikat pada Desember 2019. Salah satu agendanya yaitu bertemu dengan Presiden Donald Trump untuk menindaklanjuti rencana penghapusan bea masuk produk ekspor baja Indonesia.

    “Kita tunggu saja kepastian dan follow-up nya dari menteri,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat ditemui di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Desember 2019.

    Sebelumnya, perusahaan importir asal Amerika Serikat (AS), ATI Metals meminta bantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melobi Pemerintah Amerika Serikat. ATI Metals, meminta Kemendag untuk melobi supaya bea masuk impor baja 25 persen bagi produk baja Indonesia dihapuskan.

    "Mereka sangat berharap lobi itu didukung oleh kami karena ini kan saling menguntungkan, baik industri di AS lewat ATI Metals dan produsen baja slab dari Indonesia," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kasan Muhri di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 25 November 2019.

    Kasan menuturkan, ATI Metals mendapat pasokan baja slab dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang ada di Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah. Perusahaan ini, merupakan perusahaan patungan dari tiga investor asal China, yaitu Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi.

    Menurut ATI Metals, kualitas baja ekspor dari Indonesia sangat baik. Selain itu, Indonesia juga berkepentingan agar volume ekspor baja terus meningkat. “Jadi prinsipnya, kami harus lanjutkan (lobi) ini” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.