Harga Avtur RI Lebih Mahal dari Luar Negeri, DPR Tuding Ada Mafia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) PT. Pertamina (Persero) berjalan di tangki penampungan avtur DPPU Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 21 November 2019. PT. Pertamina (Persero) meresmikan DPPU sebagai bentuk komitmen nyata peningkatan pelayanan PT. Pertamina kepada konsumen di wilayah timur Indonesia dalam bisnis penerbangan. ANTARA/Olha Mulalinda

    Petugas Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) PT. Pertamina (Persero) berjalan di tangki penampungan avtur DPPU Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 21 November 2019. PT. Pertamina (Persero) meresmikan DPPU sebagai bentuk komitmen nyata peningkatan pelayanan PT. Pertamina kepada konsumen di wilayah timur Indonesia dalam bisnis penerbangan. ANTARA/Olha Mulalinda

    Tempo.Co, Jakarta - Anggota DPR Komisi V dari Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB, Sofyan Ali, mensinyalir ada permainan mafia minyak dalam penentuan harga avtur. Prasangka itu muncul lantaran saat ini harga avtur di dalam negeri lebih tinggi  ketimbang harga yang berlaku di luar negeri.

    "Soal avtur, apakah ini ketidaktahuan saya tentang adanya karut marut permasalahan di Pertamina? Apakah ini ada mafia-mafia di Pertamina?" ujarnya dalam rapat kerja DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 25 November 2019.

    Sofyan merasa ganjil dengan penjelasan Pertamina soal avtur. Ia menduga ada yang tidak beres lantaran perusahaan minyak dalam negeri tidak punya patokan sendiri untuk menentukan tarif bahan bakar pesawat.

    Dalam rapat tersebut, Pertamina menjelaskan ihwal penyebab tingginya harga avtur. Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina Persero Basuki Trikora Putra mengatakan entitasnya mengacu pada harga minyak Mean of Platts Singapore atau MOPS.

    "MOPS itu memang publikasi dari lembaga di Singapura untuk harga produk. Itu dipakai di negara- negara Asia Tenggara bahkan hingga Jepang pun itu menjadi harga acuan," ucapnya.

    Dengan MOPS, Harga avtur akan berubah dalam dua kali sebulan, yakni tanggal 1 dan 15. Kebijakan ini, ujar Basuki, telah disepakati oleh pembeli, salah satunya maskapai penerbangan.

    Pertamina saat ini menjadi pemain tunggal penjual avtur di Tanah Air. Pertamina menyetok bahan bakar pesawat di 65 bandara, baik di rute domestik maupun internasional. Sebanyak 81 persen avtur didistribusikan untuk rute domestik dan sisanya perjalanan ke luar negeri.

    Basuki mencatat, setiap bulan, Pertamina memasok avtur untuk Garuda, Lion Air Group, Citilink, Sriwijaya, dan maskapai laon. Sebanyak 31 persen avtur dipasok untuk Garuda Indonesia, 24 persen lainnya Lion Air, 9 persen untuk Citilink, dan 8 persen untuk Sriwijaya. "Sisanya ke maskapai lain," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.