Pesawat Tutup Rute karena Harga Avtur, Menhub Lobi Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bakal melobi Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk merembuk kembali kebijakan harga avtur. Menurut Budi Karya, tingginya harga avtur menyebabkan sejumlah pesawat menutup rute pulau-pulau kecil di Sulawesi Utara.

    "Saya sudah hubungi Pak Erick Thohir. Kami akan menggelar rapat pekan ini. Case-nya di Sulawasi Utara pesawat tidak menerbangi beberapa pulau karena avtur," ujarnya dalam rapat kerja Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR di kompleks parlemen, Senayan, Senin, 25 November 2019.

    Budi Karya mengatakan harga avtur di dalam negeri lebih mahal ketimbang Singapura. Harga avtur di Jakarta, misalnya, berselisih 25 persen dengan harga di ketimbang harga avtur yang dipatok di Singapura. Adapun harga di pulau lain, seperti daerah timur, 15 persen lebih tinggi dari harga di Jakarta.

    Budi Karya meminta Kementerian BUMN menyeimbangkan kembali atau rebalancing harga avtur untuk mendukung operasional maskapai. Apalagi, menjelang Natal dan tahun baru atau masa ramai kunjungan, harga avtur yang tinggi dikhawatirkan bakal berdampak pada peningkatan harga tiket.

    Sementara itu, untuk meningkatkan kompetisi harga, pemerintah bakal mengundang perusahaan swasta untuk menjual avtur di Indonesia. Budi Karya mengatakan niat itu bakal terealisasi pada 2020.

    Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra mengatakan saat ini entitas bisnisnya memang menjadi pemain tunggal penjual harga avtur di Indonesia. Pertamina memasok avtur di 65 bandara, baik domestik maupun internasional. "Untuk pelayanannya, dari persentase, kami penuhi volume 81 persen ke domestik dan 19 persen ke internasional," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.