Temui Ilmuwan RI, Jokowi Ungkit soal Anggaran Penelitian

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato usai menerima penghargaan Indonesian Mining Association (IMA) Award 2019 di Jakarta, Rabu, 20 November 2019. Jokowi mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pertambangan tersebut lantaran dinilai telah mendukung industri pertambangan dalam negeri. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato usai menerima penghargaan Indonesian Mining Association (IMA) Award 2019 di Jakarta, Rabu, 20 November 2019. Jokowi mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pertambangan tersebut lantaran dinilai telah mendukung industri pertambangan dalam negeri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengawali agenda hari ketiganya di Busan, Korea Selatan, dengan menemui 22 ilmuwan Indonesia. Dalam sambutannya, ia mengatakan pemerintah telah membangun rumah besar penelitian yang bernama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Ini memang baru awal karena memang mimpi kita semua yang namanya balai penelitian, lembaga-lembaga penelitian kita, lembaga kita semuanya masuk ke dalam rumah besar itu,” ujar Jokowi, seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Senin, 25 November 2019.

    Lebih jauh, Presiden menjelaskan, jika berdiri sendiri-sendiri setiap kementerian atau lembaga masing-masing hanya akan memiliki anggaran penelitian antara Rp 700 miliar sampai Rp 800 miliar. Sementara itu, jika digabungkan angkanya bisa mencapai Rp 26 triliun.

    “Kalau menurut saya itu angka gede banget meskipun belum segede yang tadi disampaikan 4 koma berapa? Di sini, 4,2 persen dari GDP kita ya memang belum,” kata Jokowi.

    Jokowi menambahkan pemerintah masih berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur selama lima tahun terakhir. Tetapi lima tahun ke depan, ia mengemukakan Indonesia akan fokus pada aspek pengembangan sumber daya manusia termasuk di dalamnya adalah riset dan inovasi.

    Presiden Jokowi dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda dalam rangkaian KTT 30th ASEAN-ROK Commemorative Summit pada 25-26 November 2019 mendatang di Busan, Korea Selatan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?