Dahlan Iskan Sindir Soal Kemampuan Ahok Jadi Komut Pertamina

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 3.1_berut_dahlaniskan

    3.1_berut_dahlaniskan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara kembali mempublikasikan tulisannya untuk menyoroti penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Dalam tulisannya, Dahlan Iskan membedakan kata "mampu" dan "Mampu" untuk menjelaskan soal kemampuan seorang komisaris.

    Berikut tulisan Dahlan Iskan berjudul Komisaris Harmonis, dikutip dari laman www.disway.id. : 

    Akhirnya jelas: BTP menjadi Komisaris Utama Pertamina. Bukan direktur utamanya. Bukan juga Dirut PLN atau yang lain.Kapan? ”Bisa besok atau lusa,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir Jumat lalu. ”Pertamina kan bukan perusahaan publik. Gampang,” katanya.

    Apakah BTP akan mampu? 

    Saya bisa menjawab: mampu. Komut tidak seberat dirut. Pekerjaan komut adalah pengawas. Mengawasi direksi. Ia mengawasi. Bukan menjalankan.

    Yang menjalankan perusahaan adalah direksi.
    Menjadi dirut pun BTP mampu. Saya tidak pernah meragukan kemampuan BTP.

    Toh, mampu dan Mampu itu tidak sama.
    Mampu menarik benang dari tepung adalah mampu. Mampu menarik benang dari tepung tanpa membuat tepungnya terhambur adalah Mampu.

    Saya sendiri belum termasuk Mampu. Pun mampu pun mungkin belum. Sulit menilai kemampuan seorang komisaris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!