Jadi Komut Pertamina, Ahok Disebut Yusuf Mansur Tak Bisa Apa-apa

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Ahok menghadiri acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Ahok menghadiri acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpilihnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ikut mengundang komentar Ustaz Yusuf Mansur. Dia menyebut posisi Ahok ini sama dengan tidak bisa berbuat apa-apa.

    Melalui akun instagramnya @yusufmansurnew dia mengunggah tangkapan layar sebuah pesan whatsapp bertuliskan nama Dahlan Iskan. Dari situ tertulis bahwa Ahok alias BTP terpilih menjadi Komisaris Utama Pertamina.

    Dari unggahan tersebut Yusuf Mansur menyebut bahwa sejatinya posisi Komisaris Utama tidak bisa melakukan apapun, berbeda dengan posisi Direktur Utama. "Komut [Komisaris Utama] mah aslinya 'tidak bisa apa-apa. Ngaudit juga tidak bisa. Semoga saya salah. Beda dengan jadi Dirut. Apalagi menteri. Apalagi Presiden," tulis dia, Ahad 24 November 2019.

    Namun, Yusuf Mansur berpandangan bisa jadi, jika Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) dipegang Ahok maka nanti ada hal yang berbeda. "Tapi ini political ways. Political doors. Jalan-jalan dan pintu-pintu politik buat Pak Ahok. Dan ini juga opportunity jouneys, Opportunity stories. Perjalanan kesempatan, perjalanan peluang, cerita-cerita tentang segala kemungkinan. Untuk masa depan."

    Menurut Yusuf, apabila keputusan yang disebut tangga ini berhasil, maka bisa jadi tangga-tangga berikutnya akan terbuka. Kendati demikian ia mengatakan tidak akan ada sesuatu jalan apapun yang mudah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.