Shabu Hachi Jelaskan Soal Larangan Kue Tidak Berlogo Halal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shabu Hachi. shabuhachi.com

    Shabu Hachi. shabuhachi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Supervisor Shabu Hachi Gatot Subroto, Hario Aji merepons informasi yang beredar ihwal kue tart ulang tahun yang tidak berlogo halal tidak bisa dikonsumsi di outlet. Dia membenarkan hal itu. Menurut dia, hal itu berlaku bagi kue tidak belogo halal yang dibawa konsumen ke outlet.
     
    "Namun, jika kue yang dibawa konsumen dari luar memiliki logo halal MUI, maka boleh dikonsumsi di Shabu Hachi," kata Hario kepada Tempo di outlet Shabu Hachi Gatot Subroto, Jakarta, Ahad, 24 November 2019.
     
    Dia menuturkan kue yang dibawa memiliki logo halal, boleh dikonsumsi di outlet menggunakan piring dari Shabu Hachi. Sedangkan jika tidak memiliki logo halal, menurutnya, kue tidak dapat menggunakan piring milik Shabu Hachi. Alasannya piring dapat terkontaminasi.
     
    Hario menjelaskan upaya itu dilakukan karena Shabu Hachi sedang memproses Sertifikasi Halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia(MUI). Namun dia belum bisa memastikan kapan proses tersebut selesai.
     
    Kendati begitu, Hario memastikan bahwa selebrasi ulang tahun seperti tiup lilin dan dokumentasi boleh diberlakukan di outlet. "Di sini sebenarnya hampir setiap hari ada yang merayakan ulang tahun," kata dia.
     
    Pada kesempatan yang berbeda, Founder & CEO Hachi Group, Githa Nafeeza memastikan bahwa kue tart berlogo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan yang tidak berlogo, boleh dikonsumsi di outlet Shabu Hachi. Hal itu merespons informasi yang beredar ihwal kue tart tanpa logo halal MUI tidak boleh dikonsumsi di outlet. "Dua-duanya boleh. Baik yang berlogo halal, maupun yang tidak berlogo halal," kata Githa saat dihubungi, Senin, 25 November 2019.

    Dia menjelaskan dulu sempat diberlakukan kebijakan yang berlogo halal boleh dikonsumsi memakai peralatan makan Shabu Hachi, sedangkan yang tidak berlogo halal itu diberikan piring dan garpu yang satu kali pakai(disposable), sehingga tidak terjadi apa yang disebut dengan kontaminasi.

    "Namun karena kami tidak ingin dianggap membeda-bedakan, kemudian kami ubah, kami tetapkan untuk menggunakan piring dan garpu disposable untuk semua jenis kue tart," ujarnya.

    Dia mengatakan Shabu Hachi memang sudah menjadi destinasi untuk perayaan ulang tahun. Untuk mengkonsumsi kue tart di outlet, Shabu Hachi menyediakan piring dan garpu untuk kue tart tersebut. "Untuk sertifikasi Halal MUI itu sudah kami miliki di tahun 2018," kata Githa.

    Saat Tempo mengunjungi outlet Shabu Hachi, terlihat konsumen yang datang bersama keluarga. Sekitar 70 persen kursi yang tersedia, dipenuhi para konsumen siang itu. Di restoran tersebut konsumen bebas memilih makanan apa saja. Setiap meja, juga telah disediakan kompor untuk merebus dan untuk memanggang.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.