Libur Natal - Tahun Baru, Penumpang Bus Diprediksi Naik 20 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sejumlah calon penumpang saat menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 30 Mei 2019. Memasuki H-6 menjelang Lebaran 2019, Terminal Kampung Rambutan Mulai dipadati oleh Pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri 1440 H. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana sejumlah calon penumpang saat menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 30 Mei 2019. Memasuki H-6 menjelang Lebaran 2019, Terminal Kampung Rambutan Mulai dipadati oleh Pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri 1440 H. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Dia berencana mengintensifkan perbaikan pelayanan angkutan darat menjelang libur akhir tahun melalui meningkatkan aktivitas e-ticketing, perbaikan antarmoda, serta perbaikan terminal di Jakarta maupun di luar Jakarta.

    Lebih lanjut, dia akan mengintensifkan promosi penggunaan bus tersebut supaya banyak pengguna moda transportasi beralih menggunakan transportasi darat.

    Dia berharap pada pertengahan Desember 2019 ini, terjadi perbaikan layanan di angkutan darat bagi para pengguna yang akan bepergian di akhir tahun.

    "Nanti menjelang Lebaran, Mei 2019 ini sudah lebih bagus, kita harapkan terminal-terminal Cirebon, Semarang Mangkang sudah selesai, jadi bisa dibayangkan orang datang dari Depok naik kereta api, datang ke Cakung setelah itu dia ke Terminal Pulogebang naik bus dengan enak dan sampai ke kota tujuan," jelasnya.

    Kemenhub telah mempersiapkan langkah- langkah dalam penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 dengan mengeluarkan surat edaran nomor AJ/201/2/7 PHB 2018 ke seluruh Gubernur di Indonesia segera lakukan koordinasi di daerah. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.