Edhy Prabowo: RI Bisa Menjadi Penghasil Mutiara Nomor Satu Dunia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perhiasan mutiara yang dijual di pameran Indonesian Pearl Festival di Grand Indonesia, Jakarta, 14 Oktober 2015. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Perhiasan mutiara yang dijual di pameran Indonesian Pearl Festival di Grand Indonesia, Jakarta, 14 Oktober 2015. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menghadiri gelaran Indonesia Pearl Festival(IPF) 2019. Dalam kesempatan itu, dia mengatakan banyak kekayaan alam Indonesia yang belum dioptimalkan.

    "Dulu Indonesia, yang namanya mutiara ini kita adalah rajanya di dunia. Kalau melihat sekarang, kita nomor 5 di dunia. Padahal kita mempunyai laut dengan jumlah pulau sekitar 17.000," kata Edhy dalam keterangan tertulis, Ahad, 24 November 2019. "Berbudidaya mutiara ini pasti berhubungan dengan pantai dan laut yang bersih. Saya yakin Indonesia mempunyai peluang yang besar untuk bisa menjadi nomor 1 di dunia."

    Menurut dia, Sulawesi Utara merupakan daerah strategis untuk dikembangkan. Selain dekat dengan perbatasan laut utara, juga punya daya tarik yang luar biasa sehingga jadi salah satu provinsi yang menjadi fokus pemerintahan saat ini untuk dikembangkan.

    "Ada 10 destinasi wisata, salah satunya ada di Sulawesi Utara. Mudah mudahan itu nanti yang akan mendorong industri mutiara kita di sana," ujarnya.

    Edhy mengucapkan terima kasih kepada pelaku usaha budidaya dan perhiasan mutiara yang masih setia menekuni bisnis untuk menguatkan industri mutiara.

    Di lokasi yang sama, Direktur Jenderal PDSPKP Agus Suherman menyampaikan, IPF kali ini mengusung pesona mutiara laut selatan Indonesia (Indonesian South Sea Pearl) dari tiram Pinctada maxima hasil alam maupun hasil budidaya.

    Ia menuturkan, sumber mutiara laut selatan ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia di antaranya Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tengara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Sumatera Barat.

    Selain itu, Ia juga mengatakan gelaran IPF kali ini diikuti oleh 32 booth yang terdiri dari 21 booth pelaku usaha budidaya dan perhiasan, 1 booth Provinsi Sulut, 3 booth sponsor, dan 3 booth penunjang.

    "IPF ini diharapkan dapat menarik retailers maupun pengguna dan pecinta mutiara yang datang dari dalam dan luar negeri, dan meningkatkan industri mutiaran Indonesia," kata Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.