Pesan Edhy Prabowo ke Lulusan Politeknik Kelautan: Jangan Korupsi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan sambutan pada rangakaian acara Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis 21 November 2019. Acara tersebut memperingati Hari Ikan Nasional ke-6 dengan mengadakan makan bersama. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan sambutan pada rangakaian acara Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis 21 November 2019. Acara tersebut memperingati Hari Ikan Nasional ke-6 dengan mengadakan makan bersama. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berpesan agar lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo bisa meningkatkan dan mengembangkan sektor perikanan dan mengelolanya dari hulu ke hilir.

    "Anak-anak muda harus ditanamkan dalam benaknya, akan menjadi pengusaha, pembudidaya dan harus bisa lebih hebat dari orang tuanya," ujar Edhy seperti dikutip dari rilis, Sabtu, 23 November 2019.

    Hal itu disampaikan Edhy ketika bersama Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja, melaksanakan kunjungan kerja ke Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Edhy mengatakan Politeknik KP memiliki sumber daya dan potensi yang luar biasa.

    Menurut Edhy, lulusan Politeknik KP harus dapat berperan aktif dan berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan di dalam masyarakat, mengidentifikasi permasalahan-permasalahan di dalam masyarakat kemudian mencari solusinya. Selain itu mereka dan juga dapat memberikan kontribusi yang positif demi kemajuan suatu daerah dengan wawasan yang luas dan ide pemikiran yang cemerlang serta tindakan yang sigap.

    Edhy juga mendorong lulusan Politeknik KP nantinya dapat mengoptimalisasi sumber daya yang ada dengan membangun komunikasi kepada nelayan, pelaku usaha, serta memperkuat sektor perikanan budidaya.

    Hal tersebut sejalan dengan ‎arahan Presiden Joko Widodo yakni peningkatan komunikasi dengan stakeholder KP dan pengembangan sektor perikanan budidaya. “Budidaya kuat apabila sumber daya manusia kita kelola dengan baik. Kerja dengan benar dan yang terpenting tidak korupsi,” ujarnya.

    Dia menuturkan bahwa pendidikan vokasi akan diperluas hingga pesisir dan pegunungan. Politeknik KP yang merupakan salah satu satuan pendidikan KKP, telah menerapkan sistim vokasi dengan pendekatan teaching factory (Tefa) yakni 70 persen praktek dan 30 persen teori. Sebanyak 50 persen peserta didiknya pun diperoleh dari anak pelaku utama perikanan. Politeknik KP juga menjadi center of excellence bagi sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi terkait kelautan dan perikanan.

    Hingga 2024 mendatang, menurutnya, Pemerintah akan membangun Lembaga Manajemen Talenta Indonesia untuk mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia. Pembangunan sumber daya manusia bertujuan agar Indonesia semakin kuat dalam persaingan global.

    Edhy Prabowo mengatakan pengembangan SDM di bidang KP memiliki peranan strategis dalam mendukung pencapaian pembangunan KP secara keseluruhan. Melalui pendekatan Tefa akan memberikan feedback bagi taruna, dosen dan lembaga pendidikan KP dalam menanamkan kemandirian berwirausaha. Oleh karenanya, pembangunan dan pengembangan Tefa perlu melibatkan pihak swasta atau corporate partner baik dari sisi teknis maupun sisi lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.