Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek, Ada Rekayasa Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan persiapan pemasangan girder pertama di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 30 September 2019. Konstruksi Kereta Cepat Jakarta - Bandung sudah mencapai 27 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2021. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

    Petugas melakukan persiapan pemasangan girder pertama di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 30 September 2019. Konstruksi Kereta Cepat Jakarta - Bandung sudah mencapai 27 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2021. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga melakukan pemeliharaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek berupa rekonstruksi pada 23-25 November 2019 setiap pukul 12.00. Karena itu, perusahaan dan kepolisian bakal memberlakukan rekayasa lalu lintas di lokasi pemeliharaan jalan.

    Total area pemeliharaan jalan itu mencapai 75 kilometer. Yaitu pada lajur 1 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, tepatnya di KM 25+120 sampai KM 25+140. Selanjutnya, di KM 25+215 hingga KM 25+270.

    "Berupa contraflow secara situasional dengan titik awal KM 25 + 000 sampai dengan KM 29 + 000 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek," ujar Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 November 2019.

    Heru mengatakan, PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek telah melakukan sosialisasi ihwal rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan variable message sign (VMS). Selain itu, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan manajemen konstruksi untuk pengaturan jadwal dengan proyek lainnya yang ada di koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

    "Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan rekonstruksi tersebut karena berdampak pada penyempitan lajur di sekitar lokasi pekerjaan," ujar Heru.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.