Asosiasi Franchise Keluhkan Asing Kuasai Pasar Waralaba di RI

Suasana pameran Waralaba di JCC (18/6). TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Franchise Indonesia atau AFI mengeluhkan dominasi waralaba alias franchise asing di pasar Tanah Air. Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia atau AFI Anang Sukandar mengatakan jumlah merek waralaba luar negeri yang masuk ke Indonesia kini hampir tiga kali lipat dari jumlah waralaba dalam negeri. 

“Dari asing itu sekarang jumlah waralaba 480 sampai 500-an. Sedangkan dalam negeri hanya 120,” ujar Anang saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 November 2019.

Waralaba asing yang marak datang ke pasar Indonesia umumnya berasal dari Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Lebih dari 50 persen di antaranya membawa produk makanan dan minuman.

Anang mengatakan, ketimbang negara lain, pertumbuhan waralaba di Indonesia cenderung stagnan. Dalam beberapa tahun belakangan, bakal usaha waralaba, yakni business oportunity atau BO hanya tumbuh 8-10 persen per tahun. 

“Memang jumlah BO 2.000-2.200. Tumbuh 8-10 persen per tahun. Tapi yang tumbang juga sama persentasenya,” ucapnya.

Waralaba yang bertahan hingga saat ini pun rata-rata merupakan bisnis yang sudah berdiri dengan usia lebih dari 10 tahun. Sehingga, kata dia, kondisi keuangan entitas bisnis itu sudah stabil. Ia mencontohkan Es Teler 77, Bakmi Naga, dan beberapa usaha kuliner lainnya.

Menurut Anang, pertumbuhan waralaba di dalam negeri tak terlampau moncer lantaran pemerintah sejak era 1990-an tak serius mencurahkan perhatiannya pada bisnis ini. Ia mengklaim, baru sejak era Presiden Joko Widodo alias Jokowi, pemerintah mulai menyentuh bisnis waralaba. 

Padahal, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor waralaba, pemerintah mesti ambil peran. Anang mencontohkan pemerintah Malaysia yang sejak lampau menyuntik dana segar untuk mengembangkan bisnis di sektor ini.

Sementara itu, untuk iklim bisnis waralaba tahun depan, Anang memprediksi sektor ini masih akan tumbuh sekitar 10 persen. Ia berharap pengusaha dapat mendongkrak pertumbuhan dengan menciptakan inovasi dan memperbaiki manajemen. 

Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 2016 lalu menyatakan keseriusannya untuk menggarap pasar waralaba dalam negeri. Ia mengatakan potensi waralaba untuk menggerakkan ekonomi masyarakat masih terbuka lebar.

"Negara kita memiliki 34 provinsi, memiliki 516 kabupaten dan kota, potensi domestiknya sangat besar sekali untuk menggalang waralaba Indonesia," kata Jokowi. Ia berpendapat, perkembangan usaha yang sudah ramai dan laku berpeluang ditumbuhkan menjadi lebih besar melalui sistem waralaba.

ANTARA






Soal Sinyal Jokowi Dukung Ganjar Pranowo sebagai Capres, Masinton: Tunggu Keputusan Ketua Umum

5 jam lalu

Soal Sinyal Jokowi Dukung Ganjar Pranowo sebagai Capres, Masinton: Tunggu Keputusan Ketua Umum

Masinton tak mau menanggapi soal sinyal dukungan Presiden Jokowi kepada Ganjar Pranowo.


Demokrat Kritik Analogi Jokowi: Keriput dan Rambut Putih Tanda Penuaan

5 jam lalu

Demokrat Kritik Analogi Jokowi: Keriput dan Rambut Putih Tanda Penuaan

Demokrat menilai ucapan Jokowi bahwa pemimpin yang memikirkan rakyat adalah yang berambut putih dan memiliki keriput sebagai pembodohan.


Respon Kritik PDIP, Relawan Jokowi Sebut Acara Nusantara Bersatu sebagai Bentuk Syukuran

6 jam lalu

Respon Kritik PDIP, Relawan Jokowi Sebut Acara Nusantara Bersatu sebagai Bentuk Syukuran

Relawan Jokowi menilai acara Nusantara Bersatu sebagai sebuah teks yang bisa ditafsirkan siapa saja. Merespon kritikan Sekjen PDIP Hasto Kristyanto.


Politikus PDIP Sebut Jokowi Terpaksa Hadiri Acara Nusantara Bersatu

10 jam lalu

Politikus PDIP Sebut Jokowi Terpaksa Hadiri Acara Nusantara Bersatu

Politikus PDIP Deddy Sitorus menilai Presiden Jokowi dijebak untuk hadir pada acara Nusantara Bersatu di Stadion GBK Sabtu kemarin.


Dukungan Dinas LH DKI Pada Acara Relawan Jokowi di GBK: Toilet Portable, Pasukan Oranye Hingga Street Sweeper

10 jam lalu

Dukungan Dinas LH DKI Pada Acara Relawan Jokowi di GBK: Toilet Portable, Pasukan Oranye Hingga Street Sweeper

Dinas Lingkungan Hidup DKI menyediakan puluhan toilet portable hingga 14 unit street sweeper untuk menunjang acara relawan Jokowi di GBK.


Sekjen PDIP Sebut Acara Nusantara Bersatu Kerdilkan Jokowi

11 jam lalu

Sekjen PDIP Sebut Acara Nusantara Bersatu Kerdilkan Jokowi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengkritik acara Nusantara Bersatu yang digelar para relawan Jokowi di GBK kemarin.


Survei SMRC: Ganjar Pranowo Terus Ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Pilpres 2024 Berpotensi 2 Putaran

11 jam lalu

Survei SMRC: Ganjar Pranowo Terus Ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Pilpres 2024 Berpotensi 2 Putaran

Hasil survei terbaru SMRC menunjukkan Ganjar Pranowo kembali mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan jika Pilpres 2024 dilakukan saat ini.


Jokowi Beri Dukungan Capres Berambut Putih Mengarah ke Ganjar, Begini Reaksi Gerindra

14 jam lalu

Jokowi Beri Dukungan Capres Berambut Putih Mengarah ke Ganjar, Begini Reaksi Gerindra

Presiden Jokowi kembali memberikan sinyal dukungan kepada capres. Kali ini, ia hanya menyebut capres yang dimaksud berambut putih dan berkeriput


Top Nasional: Presiden Tanggapi Teriakan Jokowi 3 Periode, Komitmen Kapolri Usut Kasus Ismail Bolong

18 jam lalu

Top Nasional: Presiden Tanggapi Teriakan Jokowi 3 Periode, Komitmen Kapolri Usut Kasus Ismail Bolong

Presiden Jokowi menanggapi teriakan dari para relawan soal Jokowi 3 periode pada acara Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno.


Dinas LH DKI Berhasil Kumpulkan 31 Ton Sampah dari Acara Relawan Jokowi di GBK

20 jam lalu

Dinas LH DKI Berhasil Kumpulkan 31 Ton Sampah dari Acara Relawan Jokowi di GBK

Dinas LH DKI menurunkan 500 personel pasukan oranye dan truk serta mobil street sweeper untuk membersihkan sampah di acara relawan Jokowi.