Ingin Lindungi UMKM, Teten Masduki: Jangan Lagi Ada Impor Cangkul

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teten Masduki tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Teten Masduki tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki secara tegas meminta agar jangan ada lagi impor cangkul dari negara manapun ke Indonesia. Sebab, produksi cangkul dalam negeri sendiri sudah mencukupi kebutuhan.

    "Kita tidak boleh lagi, masa cangkul saja harus impor," katanya saat kunjungan kerja dan meninjau langsung workshop pembuatan cangkul di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu 23 November 2019.

    Teten Masduki mengakui, pihaknya harus melindungi produk UMKM apalagi di Indonesia khususnya di Cibatu yang merupakan pusat kerajinan logam. Menurutnya, impor cangkul yang sempat ramai karena ada yang tidak terhubung antara produk UMKM engan sistem suplai atau pasar seperti dengan belanja pemerintah.

    Menurut Teten, ia ditugaskan Presiden Jokowi untuk datang ke Cibatu karena di daerah ini banyak perajin logam. Bahkan,  salah satunya terdapat perajin alat pertanian khususnya cangkul.

    "Ternyata dari hasil peninjauan yang kami lakukan kualitas cangkul yang dibuat perajin logam Cibatu ini kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan yang berasal dari Cina atau impor," kata Teten.

    Namun, Teten mengakui produksi cangkul ini masih ada kendala di bahan baku, serta masalah standar nasional Indonesia (SNI) yang harus diurus oleh Kemenko UKM.

    Pengusaha kerajinan logam Cibatu Sukabumi Asep Rohendi mengatakan produk alat pertanian khususnya cangkul yang dibuat oleh perajin logam di Cibatu ini siap bersaing dalam segi kualitas namun, untuk kuantitas masih belum bisa mengejar, khususnya produk impor dari Cina. Untuk kualitas, meski memanfaatkan drum bekas sebagai bahan baku cangkul, ia mengklaim lebih baik dibandingkan  produk impor

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.