PLN Belum Terima Kabar Soal Penunjukan Rudiantara Jadi Dirut

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2019-2024 Johnny Gerard Plate tiba di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, pada Rabu, 23 Oktober 2019. Johnny didampingi oleh Menkominfo periode sebelumnya, Rudiantara. Keduanya akan mengikuti prosesi serah-terima jabatan menteri. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2019-2024 Johnny Gerard Plate tiba di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, pada Rabu, 23 Oktober 2019. Johnny didampingi oleh Menkominfo periode sebelumnya, Rudiantara. Keduanya akan mengikuti prosesi serah-terima jabatan menteri. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN Persero belum menerima kabar penunjukan Rudiantara sebagai direktur utama perusahaan setrum. Pernyataan itu disampaikan oleh Vice President Public Relation PT PLN (Persero) Dwi Suryo Abdullah.

    "Maaf belum tahu kabar itu," ujar Dwi dalam pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 23 November 2019.

    Dwi enggan memberikan keterangan lanjutan ihwal penunjukan Rudiantara itu sebagai bos perusahaan setrum. Ia juga menolak memberi tahu prosedur pengangkatan Rudiantara sebagai direktur utama. "Pertanyaannya sangat sulit," katanya.

    Sejumlah sumber Tempo sebelumnya menyebutkan bahwa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu akan menjabat sebagai Direktur Utama PLN.

    Berdasarkan kabar sumber, Rudiantara bakal didampingi oleh Darmawan Prasodjo. Darmawan yang kini masih menduduki kursi Dewan Komisaris PLN bakal menjabat sebagai wakil direktur utama entitas itu.

    Saat dikonfirmasi, Rudiantara tidak menyanggah atau mengkonfirmasi kebenarannya. Ia malah justru balik bertanya. "Barangkali ini rumor?" katanya saat dihubungi Tempo pada Jumat petang, 22 November 2019.

    Menteri BUMN Erick Thohir belakangan menyatakan tengah melakukan evaluasi terhadap lima perusahaan pelat merah. Selain PLN, Kementerian BUMN sedang mengevaluasi Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, Induk BUMN Tambang Mind.id (Inalum), dan Pertamina.

    Dalam evaluasi itu, kementerian akan mengisi kursi-kursi jabatan direktur utama yang tengah kosong. Perombakan struktur juga menjadi salah satu agenda evaluasi.

    Dalam pernyataan kepada wartawan Jumat, 22 November siang, Erick menyatakan telah mendapuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina Persero.

    Erick juga menunjuk mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah, sebagai Komisaris Utama BTN. Adapun Direktur Utama BTN dijabat oleh Pahala N. Mansury.

    Rapat umum pemegang saham atau RUPS lima perusahaan BUMN itu bakal digelar dalam waktu dekat. Pertamina, misalnya, dijadwalkan menggelar RUPS pada Senin, 25 November mendatang.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.