PNM Siap Rilis Obligasi Berkelanjutan Tahap III Rp 1,35 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi dan Direktur Utama Bank BTN Maryono usai menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA). Dalam kesepatan ini BTN sepakat untuk mengakuisisi anak usaha PT Permodalan Nasional Madani Investment Management anak usaha PT PNM di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019. Tempo/Dias Prasongko

    (Ki-ka) Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi dan Direktur Utama Bank BTN Maryono usai menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA). Dalam kesepatan ini BTN sepakat untuk mengakuisisi anak usaha PT Permodalan Nasional Madani Investment Management anak usaha PT PNM di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM akan merilis obligasi berkelanjutan tahap III 2019 dengan jumlah pokok senilai Rp 1,35 triliun.

    Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan bahwa pihaknya akan melepas obligasi tersebut dalam dua seri. Dalam Seri A, PNM menawarkan obligasi sebesar Rp 586,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,40 persen per tahun.

    "Jangka waktu obligasi Seri A adalah tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi," ujar Arief melalui keterangan resmi Jumat, 22 November 2019.

    Dia pun menjelaskan bahwa dalam Seri B, PNM menawarkan obligasi sebesar Rp 763,5 miliar. Obligasi tersebut memiliki tingkat bunga tetap 8,75 persen dengan jangka waktu lima tahun terhitung sejak tanggal emisi. 

    "Untuk Join Lead Underwriter [JLU] obligasi ini akan dilakukan oleh PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas,"  kata Arief.

    Hingga kuartal III 2019, PNM tercatat memiliki total aset Rp 24,8 triliun, dengan total liabilitas sebesar Rp 21,1 triliun dan total ekuitas senilai Rp 2,8 triliun.

    Adapun, hingga Kamis, 21 November 2019, PNM tercatat memiliki total nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mencapai 5.808.081 nasabah yang terdiri dari perempuan pra sejahtera.

    Penyaluran pembiayaan Mekaar tercatat sebesar Rp 17,5 triliun, dengan total outstanding mencapai Rp 10,6 triliun atau akumulasi Rp 30,76 triliun. 

    Selain itu, PNM mencatatkan akumulasi penyaluran produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp 25,5 triliun dengan nilai outstanding Rp 6,7 triliun. PNM tercatat memiliki 73.172 nasabah aktif ULaMM yang dilayani di 690 kantor layanan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.