Ahok Komut Pertamina, Erick Thohir: Kami Ingin Figur Pendobrak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar tangkapan layar unggahan digital imaging artist, Agan Harahap, di Instagram yang berisi foto suntingan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memakai seragam Pertamina.

    Gambar tangkapan layar unggahan digital imaging artist, Agan Harahap, di Instagram yang berisi foto suntingan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memakai seragam Pertamina.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah sosok pendobrak. Sebabnya PT Pertamina membutuhkan dia sebagai Komisaris Utama dalam rangka mengurangi impor migas.

    Erick menjelaskan Ahok dibutuhkan dalam rangka memenuhi target pembangunan kilang-kilang minyak guna meningkatkan produksi dalam negeri. Target ini, kata dia, amat berat sehingga tidak bisa dibebankan seluruhnya pada direktur utama melainkan butuh sokongan dari jajaran komisaris.

    "Karena itulah kenapa kemarin kami juga ingin orang yang pendobrak. Pendobrak bukan marah-marah, saya rasa Pak Basuki berbeda, Pak Ahok berbeda, kami perlu figur pendobrak supaya ini sesuai dengan target," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

    Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok dikenal figur temperamen. Sikap mudah marahnya itu kerap menuai pro kontra di tengah masyarakat.

    Pro kontra Ahok pun terus bergulir. Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersama (FSPPB), Arie Gumilar, menolak penunjukan Ahok. Dalam pesan pendek kepada Tempo, Arie menyatakan Ahok adalah tokoh yang kesohor kerap membuat kegaduhan.

    "Kami semua tahu bagaimana track record sikap dan prilaku yang bersangkutan, yang selalu membuat keributan dan kegaduhan di mana mana, bahkan sering kali berkata kotor," katanya, 15 November 2019.

    Terkait adanya sejumlah penolakan terhadap Ahok itu, Erick meminta pihak yang menentangnya untuk memberi waktu bagi mantan gubernur DKI Jakarta itu bekerja. "Pro kontra tidak hanya Pak Basuki, yang penting kasih kesempatan bekerja dan lihat hasilnya. Kadang kita suuzon orang itu begini, begini, tanpa lihat hasil," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.