Ketua RT hingga Guru Mengaji di Tangsel Dapat Kartu BPJSTK

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acara penyerahan kartu BPJSTK secara simbolik di Tangerang Selatan, pada Jumat, 22 November 2019.

    Acara penyerahan kartu BPJSTK secara simbolik di Tangerang Selatan, pada Jumat, 22 November 2019.

    INFO BISNIS — Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan sukses memperluas cakupan kepesertaannya, terutama dari kalangan pegawai pemerintahan non-ASN dan pekerja rentan. 

    Adapun yang didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), yakni 3.844 ketua RT, 735 ketua RW, 2.285 guru mengaji, 450 marbot masjid, 375 amil jenazah, dan 5.257 kader kesehatan. Total sebanyak 12.928 pekerja rentan di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel mendapat manfaat perlindungan dari berbagai risiko dalam pekerjaan mereka. Semua biaya ditanggung dalam APBD Pemkot Tangsel.

    Penyerahan kartu BPJSTK secara simbolik pada nyaris 13 ribu pekerja non-ASN itu dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Benyamin Davnie, bersama Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Enda Ilyas Lubis, di Titan Center, Jumat, 22 November 2019. 

    Pencapaian Tangsel yang memberi perhatian kepada pekerja rentan mendapat pujian dari Ilyas. “Pelaksanaan jaminan sosial di Tangsel sangat bagus. Saya melihat pemerintah kota berupaya melindungi warganya melalui APBD,” ujarnya dalam acara bertajuk “Sosialisasi dan Tanda Bukti Kepesertaan bagi Ketua Rukun Tetangga, Rukun Warga, Guru Mengaji, Marbot Masjid, Amil Jenazah, dan Kader Kesehatan di Kota Tangerang Selatan.”

    Sejatinya, Pemkot Tangsel telah memulai program perlindungan pada pekerja non-ASN sejak 2017. Saat itu telah terdaftar sebanyak 8.464 orang yang dibiayai melalui APBD. Jumlah klaim yang telah dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan meliputi klaim kecelakaan kerja sebanyak 37 kasus dengan nilai nominal Rp 592.380.673, serta klaim kematian sebanyak 26 kasus dengan nilai nominal Rp 624 juta.

    Menurut Ilyas, tahun ini besaran klaim meningkat. “Kami telah bayar santunan sebesar 1,2 miliar rupiah untuk 63 pegawai di lingkungan Pemkot Tangsel. Sementara secara nasional,  tercatat 21,2 triliun rupiah kami bayarkan pada seluruh peserta kami sampai September kemarin,” ujarnya.

    Kinerja bagus ini mendapat apresiasi dari Benyamin. Di depan ratusan hadirin dari tujuh kecamatan di Tangsel, ia memberi bukti nyata terkait klaim peserta yang ditanggung penuh oleh BPJSTK. 

    “Satu pegawai kami di Dinas Pemadam Kebakaran, belum lama ini tempurungnya harus dibuka karena pendarahan dan memakan biaya sekitar tiga ratus juta. Tapi sekarang sudah sehat kembali berkat bantuan BPJS,” kata Benyamin.

    “Manfaat BPJS sudah dirasakan oleh kita semua. Tangerang Selatan berterima kasih pada BPJS yang memberin solusi pada rekan-rekan kami, pekerja di lingkungan pemerintahan Kota Tangerang Selatan dan juga masyarakat lainnya,” ujarnya menambahkan.

    Namun, Wakil dari Airin Rachmi Diany ini memberi usulan agar BPJSTK memperluas program perlindungan kepada seluruh elemen masyarakat, antara lain para veteran yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. “Kami berpikir para veteran yang sudah sepuh dapat dijamin hari tuanya,” ucap Benyamin.

    Harapan ini, menurut Ilyas, menjadi masukan bagus. Sementara ini, upaya BPJSTK memerhatikan masa depan peserta telah selangkah lebih maju. “Pemerintah sudah setuju untuk memberikan pelatihan bagi peserta kami yang ter-PHK, dengan biaya pelatihan semuanya ditanggung oleh BPJSTK,” ujarnya. 

    Satu hal yang masih diperjuangkan adalah menambah jumlah tanggungan dari satu menjadi dua anak, termasuk biaya pendidikan dari SD sampai kuliah. Bahkan, peserta BPJSTK yang meninggal, anaknya mendapat jaminan pendidikan sampai perguruan tinggi. “Mari berharap, semoga cepat disahkan oleh Bapak Presiden,” kata Ilyas. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.