Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta – Jalan tol layang atau elevated Jakarta-Cikampek dibuka mulai 15 Desember 2019. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan jalan bebas hambatan itu akan menekan tingkat kemacetan di gerbang tol Cikampek utamanya saat libur Natal dan tahun baru. 

    “Jalan tol elevated ini berdasarkan info dari Pak Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) bakal dibuka total pada 15 Desember. Nanti bakal siap beroperasi untuk Nataru (Natal dan Tahun Baru 2020),” ujar Budi saat ditemui wartawan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat, 22 November 2019.

    Budi Setiyadi memperkirakan penumpukan di sekitar Tol Jakarta-Cikampek KM 46 terurai lantaran laju kendaraan terpecah di jalur atas dan bawah. Meski begitu, ia memungkinkan masih tetap akan ada perlambatan kendaraan di titik pertemuan antara jalur atas atau elevated dan ruas tol bagian bawah.

    Meski telah positif bakal dibuka dalam waktu dekat, PT Jasa Marga Persero sebagai pengelola jalan tol sampai saat ini belum menentukan besaran tarifnya. Ihwal tarif tersebut, Budi Setiyadi menyarankan Jasa Marga menyeragamkan antara tarif ruas atas dan bawah. 

    “Kalau bisa disamakan, jadi orang yang naik ke atas sama dengan yang di bawah,” ucapnya.

    Jalan tol elevated Jakarta-Cikampek merupakan ruas jalan tol yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat dengan total panjang 36,4 kilometer. Pemerintah dan stakeholder pada September lalu telah melakukan dari rangkaian sertifikasi laik operasi, untuk uji pembebanan jembatan atau loading test. 

    Titik pengujian pertama dilakukan di titik Pier Utara No. 490 – 490A yang terletak di KM 39 arah Cikampek. Tipikal lokasi ini memiliki desain Pierhead Kantilever.

    Pengujian dilakukan dengan menerapkan metode beban dinamis atau frekuensi resonansi akibat impact dan uji beban statis loading unloading maksimum 400 ton.

    Uji beban dilakukan dengan pengoperasian 16 truk dengan kapasitas masing-masing truk 25-30 ton yang dibagi menjadi empat tahap. Pengujian yang dilakukan oleh Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan atau KKJTJ.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.