OECD Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen di 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5,3 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 mencapai 5,3 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 tertahan di angka 5 persen. Proyeksi OECD kali ini tertuang pada OECD Economic Outlook November 2019. 

    Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi IMF dan World Bank yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,1 persen dan Asian Development Bank (ADB) yang memproyeksikan di angka 5,2 persen.

    Menurut OECD, perekonomian Indonesia bakal disokong oleh peningkatan tenaga kerja, ekspansi bantuan sosial, dan penurunan suku bunga yang memacu pertumbuhan konsumsi domestik. Konsumsi rumah tangga sendiri diproyeksikan tumbuh 5,2 persen pada 2020.

    "Investasi juga diproyeksikan bakal kembali tumbuh pasca berakhirnya tahun politik, berlanjutnya proyek infrastruktur, serta kondisi finansial yang suportif," tulis OECD dalam laporan yang dikutip Bisnis, Jumat 22 November 2019. OECD memproyeksikan investasi akan tumbuh 5,2 persen pada 2020.

    Perlambatan pertumbuhan ekonomi China pada 2020 diproyeksikan akan menekan pertumbuhan ekspor.  Meski demikian, kinerja ekspor Indonesia bakal tetap didukung oleh tingginya permintaan dari mitra selain China. Ekspor sendiri diproyeksikan akan tumbuh 2,5 persen pada 2020.

    Apabila ketidakpastian global terus berlanjut pada 2020, hal ini akan terus menekan kinerja ekspor akibat tertekannya harga komoditas ekspor. 

    OECD memproyeksikan adanya risiko capital outflow dari negara berkembang seperti Indonesia yang dapat mendorong otoritas moneter untuk meningkatkan suku bunga acuan. Hal ini pada akhirnya bakal menekan konsumsi domestik serta investasi.

    Apabila ketidakpastian global mereda, investasi diproyeksikan tumbuh di atas ekspektasi dan pertumbuhan ekonomi pun akan meningkat seiring dengan banyaknya proyek infrastruktur.

    Wacana reformasi regulasi bakal membantu meningkatkan tingkat kepercayaan diri dari pelaku bisnis, investasi, dan serapa tenaga kerja formal.

    Ramalan OECD menambah daftar panjang proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di luar range proyeksi Bank Indonesia (BI).  

    BI sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 mencapai 5,1-5,5 persen dengan titik tengah 5,3 persen sebagaimana tertuang dalam asumsi makro APBN 2020.

    J.P. Morgan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 dan 2021 di angka 4,9 persen. Center of Reform on Economics (CORE) pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 4,9-5,1 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.