Angkasa Pura I Cari Mitra Usaha untuk Bandara YIA

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kulon Progo, Yogyakarta. Sumber: Angkasa Pura I

    Bandara New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kulon Progo, Yogyakarta. Sumber: Angkasa Pura I

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) membuka kesempatan kepada pelaku usaha berskala nasional dan internasional untuk membuka usaha komersial di Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo. Adapun mitra usaha yang dibutuhkan  meliputi kategori usaha pengelolaan reklame (advertising) dan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMdPU).

    Pelaku usaha diharapkan mendaftar untuk mengikuti seleksi dengan memasukkan dokumen kualifikasi. Untuk mitra usaha bidang reklame, pendaftaran dibuka mulai 19 November dan ditutup 5 Desember 2019. Sedangkan seleksi mitra usaha EMdPU dibuka mulai 19 November dan ditutup 29 November 2019.

    Bandara YIA yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) ini telah beroperasi sejak 6 Mei 2019. Sampai dengan akhir Oktober 2019, Bandara YIA telah melayani 185 ribu penumpang. Sedangkan untuk pergerakan pesawat, dalam 6 bulan beroperasi YIA telah melayani 2.044 pergerakan pesawat.

    “Tingginya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat ini merupakan pasar potensial bagi para pelaku usaha untuk berbisnis di Bandara YIA. Apalagi nanti setelah YIA beroperasi secara penuh untuk penerbangan domestik dan internasional,” ujar Direktur Pemasaran & Pelayanan Angkasa Pura I, Devy Suradji

    Untuk mengikuti seleksi ini, calon mitra usaha dapat membuka laman www.seleksiyia.ap1.co.id/advertising. Adapun pertanyaan seputar seleksi mitra usaha di Bandara YIA dapat disampaikan kepada Angkasa Pura melalui surat elektronik seleksi.yia@ap1.co.id.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.