Argentina Ajak Indonesia Bangun Rel Kereta Api 1.000 Km

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menghitung balok bantalan rel di lintasan rel kereta api yang sedang dipersiapkan oleh PT KAI dalam program double-double track rute Cipinang-Bekasi di kawasan Klender Baru, Jakarta, 3 Desember 2014. ANTARA/OJT/ Irene Renata

    Seorang pekerja menghitung balok bantalan rel di lintasan rel kereta api yang sedang dipersiapkan oleh PT KAI dalam program double-double track rute Cipinang-Bekasi di kawasan Klender Baru, Jakarta, 3 Desember 2014. ANTARA/OJT/ Irene Renata

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Argentina mengundang Indonesia untuk membangun rel kereta api sepanjang 1.000 km di negara itu.

    Tawaran itu disampaikan Secretary of Regional Integration and International Relation untuk Pemerintah Provinsi Cordoba Carlos Tomas Alessandro saat bertemu dengan Duta Besar RI untuk Argentina Niniek Kun Naryatie.

    Siaran pers KBRI Buenos Aires menyebutkan Alessandro menawarkan peluang agar industri kereta api Indonesia dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur jaringan kereta api di wilayah Argentina dan sekitarnya.

    "Mr Alessandro mengungkapkan rencana pemerintah membangun dan memperbaiki jalur kereta api sepanjang lebih dari 1.000 Km agar jalur distribusi komoditas ekspor dan impor dari dan ke Argentina lebih cepat," demikian isi keterangan resmi itu, Kamis, 21 November 2019.

    Sementara itu, Dubes Niniek menyambut baik tawaran tersebut. Ia berharap proposal proyek yang diajukan Argentina dapat ditindaklanjuti oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

    Pemprov Cordoba juga membuka peluang kerja sama bidang olahraga, khususnya cabang sepak bola, basket, dan bulu tangkis. Untuk tahap awal, Cordoba mengusulkan kerja sama pengiriman coach bulu tangkis dan bola dalam rangka traning for trainer.

    Sebelumnya untuk urusan perkeretaapian, PT INKA (Persero) pernah menyatakan telah melirik peluang ekspor kereta api ke sejumlah negara di Afrika. Sebelumnya, perseroan sudah melakukan penetrasi ke Banglades, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Australia.

    Corporate Communication INKA Hartono menyatakan, perusahaan berkeinginan untuk lebih memperkuat penetrasi perusahaan Indonesia di kawasan Afrika.

    "Kehadiran PT INKA untuk pertama kalinya di pameran Africa Rail diharapkan mampu membuka pintu kesempatan selanjutnya, setelah kami berhasil mengekspor kereta api ke Banglades, Filipina, Singapura, Australia dan Malaysia," kata Hartono di sela-sela Pameran Africa Rail, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Jumat 21 Juni 2019. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.