Gracia Billy, Penjaja Kue di Serui yang Kini Jadi Staf Jokowi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gracia Billy Mambrasar (31 tahun) merupakan putra tanah Papua lulusan S2 Australian National University (ANU) dan kini tengah menempuh pendidikan master lainnya di Oxford University. Ia diharapkan akan memberikan kontribusi berupa gagasan inovatif dalam membangun tanah Papua. Billy merupakan CEO Kitong Bisa, LSM sosial non profit yang bergerak di bidang Pendidikan Bahasa Inggris berbasis kewirausahaan. Instagram

    Gracia Billy Mambrasar (31 tahun) merupakan putra tanah Papua lulusan S2 Australian National University (ANU) dan kini tengah menempuh pendidikan master lainnya di Oxford University. Ia diharapkan akan memberikan kontribusi berupa gagasan inovatif dalam membangun tanah Papua. Billy merupakan CEO Kitong Bisa, LSM sosial non profit yang bergerak di bidang Pendidikan Bahasa Inggris berbasis kewirausahaan. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru saja mengenalkan tujuh orang Staf Khusus Presiden yang bakal membantunya pada 2019-2024. Ketujuh Staf Khusus milenial ini berasal dari profesi dan latar belakang yang berbeda-beda. 

    Salah satu Staf Khusus milenial yang kemarin diperkenalkan Jokowi adalah CEO Kitong Bisa, Gracia Billy Mambrasar. Billy adalah putra asli Papua yang sedang menempuh pendidikan Strata 2 di University of Oxford, Inggris.

    Saat sesi perkenalan dan tanya-jawab dengan wartawan, Billy menyatakan ingin memajukan Indonesia itu di mulai dari Bumi Cendrawasih. "Pak, mari kita bangun Indonesia dari Papua," kata Billy kepada Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

    Billy yang berusia 31 tahun ini ternyata berasal dari keluarga kurang mampu di Serui, Kepulauan Yapen, Papua. Sehari-hari, ibunya berjualan kue dan makanan di pasar untuk menghidupi keluarganya. Ayahnya seorang guru.

    Hal itu diungkapkan Billy ketika berkunjung ke Kantor Berita Antara pada 30 Agustus 2019. "Subuh, ibu bikin kue, paginya ibu pergi ke pasar jualan, kami ke sekolah sambil bawa kue untuk dijual," ujar Billy kala itu.

    Sebagai penjaja kue, Billy memiliki semangat pantang menyerah dalam menjual dagangannya. Pasalnya, jika kue tersebut tidak habis kue itu tidak bisa dijual lagi keesokan harinya. Maka, sisa kue jualan itu, hanya dimakan bersama saudaranya ketimbang basi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.