Sesuai Prediksi, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5,5 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5,5 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Sebelumnya, ekonom senior Indef Faisal Basri memprediksi BI bakal mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate pada bulan ini. Menurut Faisal, hal itu bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

    "Artinya ruang gerak moneter itu terbatas. Jadi, mau diturunkan lagi jadi 4, inflasinya 3,2 persen, jadi nett marginnya itu benar-benar flat. Jadi, BI akan menjaga agar rupiah itu tetap stabil," kata Faisal di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu, 20 November 2019.

    Faisal menilai jika suku bunga kembali diturunkan, maka investor akan keluar dari Indonesia untuk mencari imbal hasil bunganya lebih tinggi. Jika hal itu terjadi, akan memiliki dampak bagi nilai tukar rupiah. Ia juga melihat BI akan menahan suku acuan karena adanya defisit transaksi berjalan atau current account defisit yang masih lebar.

    DIAS PRASONGKO | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.