Dorong Devisa dari Pariwisata, Jokowi Minta 5 Hal Ini Dibenahi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali. Beberapa waktu lalu sebuah media travel, Fodor's Travel mengeluarkan laporan jika Bali sebagai destinasi yang patut dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi. Rabu, 20 November 2019. TEMPO/ Made Argawa

    Suasana di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali. Beberapa waktu lalu sebuah media travel, Fodor's Travel mengeluarkan laporan jika Bali sebagai destinasi yang patut dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi. Rabu, 20 November 2019. TEMPO/ Made Argawa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan perbaikan lima hal untuk mendorong peningkatan devisa dari sektor pariwisata. 

    "Kita harus bergerak cepat karena sudah berkejar-kejaran dengan negara lain dan sektor pariwisata harus menjadi motor peningkatan devisa, peningkatan 'multiplier effect' yang mendorong pertumbuhan ekonomi kita," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik Pengembangan Destinasi Prioritas Pariwisata di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 21 Oktober 2019.

    Lima lokasi destinasi wisata yang dibahas dalam ratas ini adalah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Mandalika Nusa Tenggara Barat, Dana Toba, Sumatera Utara; Manado, Sulawesi Utara; dan Borobudur, Jawa Tengah. "Pertama, pengaturan tata ruang yang masih perlu kita tata lagi untuk kawasan pariwisata prioritas," kata Jokowi.

    Hal kedua yang perlu dibenahi adalah akses menuju destinasi wisata. Presiden mencontohkan perpanjangan runway Bandara Labuan Bajo yang nanti akan dikerjakan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Kementerian PUPR membangun jalan akses menuju tempat wisatanya termasuk juga memperbaiki kawasan baik pelabuhan atau tempat-tempat untuk mempermudah wisatawan datang ke tujuan.

    Jokowi juga menyebut penyelenggaraan acara (event) sebagai hal ketiga yang perlu dibenahi. Presiden bahkan mengingatkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk ikut menyentuh persoalan kostum, pakaian adat dan "calendar of event".

    "Keempat kita melakukan promosi wisata besar-besaran, apabila yang tadi saya sebut sudah selesai," kata Jokowi. 

    Adapun hal terakhir adalah penyiapan Sumber Daya Manusia yang mendukung sektor pariwisata. "Sehingga Mendikbud, SMK-SMK yang berada di lingkungan wisata mestinya lebih dititikberatkan ke arah dukungan sektor wisata. Masalah kebersihan tolong dimulai kementerian terkait. Urusan sampah, plastik, yang bertebaran di kawasan wisata benar-benar bisa diselesaikan," Jokowi menjelaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?