Bergantung Kedelai Asal AS, Ekspor Tempe dan Tahu Akan Digenjot

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarwati (36 tahun) membungkusi kedelai olahan ke dalam plastik sebelum diperam di industri tempe di dusun Klero, kelurahan Sumberharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin (14/5). Para perajin tempe mengeluhkan naiknya harga bahan baku kedelai yang menurut data Koperasi Perajin Tempe Indonesia (KOPTI) sebesar 16,7% atau dari Rp 6000 naik menjadi Rp 7000 per kilogramnya. TEMPO/Suryo Wibowo

    Sarwati (36 tahun) membungkusi kedelai olahan ke dalam plastik sebelum diperam di industri tempe di dusun Klero, kelurahan Sumberharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin (14/5). Para perajin tempe mengeluhkan naiknya harga bahan baku kedelai yang menurut data Koperasi Perajin Tempe Indonesia (KOPTI) sebesar 16,7% atau dari Rp 6000 naik menjadi Rp 7000 per kilogramnya. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan akan menggenjot ekspor sejumlah produk Indonesia ke pasar Amerika Serikat atau AS. Upaya ini dilakukan karena Amerika telah berkomitmen untuk meningkatkan nilai perdagangannya dengan Indonesia, dari saat ini US$ 30 miliar menjadi US$ 60 miliar.

    Salah satu yang sedang ditingkatkan adalah ekspor produk olahan kedelai. “Indonesia kan impor kedelai dari Amerika, jadi harapannya, 20 produk olahannya seperti tempe dan tahu bisa semakin meningkat ke sana,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Arlinda usai menjadi pembicara dalam The 7th US-Indonesia Investment Summit di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November 2019.

    Saat ini, Kemendag telah merinci tiga kategori barang yang akan ditingkatkan ekspornya ke Amerika. Ketiganya yaitu 5 main products (sudah banyak dan akan ditingkatkan), 7 potential products (masih kurang diekspor), dan 5 long-term or strategic products (yang sangat kurang volume ekspornya).

    Kelima produk utama itu yaitu pakaian, karet, alas kaki, elektronik, dan furnitur. Selama ini, ekspor tertinggi ke Amerika dipegang oleh produk pakaian. Hingga Agustus 2019, nilai ekspornya sudah mencapai US$ 3 miliar.Kelima produk utama itu yaitu pakaian, karet, alas kaki, elektronik, dan furnitur. Selama ini, ekspor tertinggi ke Amerika dipegang oleh produk pakaian. Hingga Agustus 2019, nilai ekspornya sudah mencapai US$ 3 miliar.

    Lalu ada juga 7 potential products yang meliputi barang-barang traveling, perhiasan, mainan perlengkapan olahraga, kertas dan karton, produk kayu, produk buatan, dan produk kimia. Terakhir 5 strategic products adalah mesin, produk plastik, suku cadang kendaraan, perlengkapan medis dan optik, dan produk kimia organik.

    Sebaliknya, pemerintah Amerika Serikat meminta Indonesia untuk juga bisa diberikan akses yang setara di pasar Indonesia. “Seperti yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross saat ke Indonesia, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan GDP 7 persen dengan memberi perusahaan AS kesempatan yang sama untuk berkompetisi di pasar Indonesia,” kata Joseph dalam media roundtable di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 19 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?