Buwas Akui Dapat Tambahan 'Kekuatan' Baru di Bulog

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum Bulog Komisaris Jenderal purnawirawan, Budi Waseso, usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jakarta, 22 Mei 2018. TEMPO/Friski Riana

    Direktur Utama Perum Bulog Komisaris Jenderal purnawirawan, Budi Waseso, usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jakarta, 22 Mei 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengaku mendapat tambahan 'kekuatan' setelah Gatot Trihargo ditunjuk menjadi wakilnya di perusahaan pelat merah tersebut.

    "Terhitung 19 November (2019) kemarin kami mendapatkan tambahan kekuatan, yakni ada jabatan Wadirut Bulog yang dijabat oleh Bapak Gatot Trihargo sebelumnya beliau adalah Deputi di kementerian BUMN," ujar Buwas di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

    Lebih jauh, Buwas menjelaskan, Gatot Trihargo sebelumnya menjabat jadi orang nomor dua di Bulog dirinya adalah Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan di Kementerian BUMN. Tak hanya mereka berdua, mereka Jajaran direksi Bulog tersebut secara lengkap.

    Kemudian, RDP ini dimulai pada pukul 10.40 WIB, dan dibuka oleh pimpinan rapat yakni Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dari fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), dengan dihadiri 23 anggota Komisi IV dari sembilan fraksi partai.

    Dalam rapat dengar pendapat hari ini di Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Bulog memaparkan pasokan cadangan beras pemerintah (CBP) dan pelaksanaan program bantuan sosial rastra (beras sejahtera) jadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Selain itu perusahaan pelat merah itu akan menyampaikan evaluasi kerja 2019 dan rencana kegiatan 2020.

    Buwas menyebutkan realisasi pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog sepanjang tahun ini mencapai 11,1 juta ton. Sementara realisasi penyaluran bansos rastra mencapai 352 ribu ton atau 99,62 persen dari pagu alokasi serta penggunaan cadangan beras pemerintah untuk program ketersediaan sebesar 454 ribu ton dan untuk bencana alam sebesar 4.000 ton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.