Faisal Basri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 4,9 Persen pada 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom senior Indef Faisal Basri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan di bawah 5 persen. Sebab, dia memperkirakan ekonomi global mengalami perlambatan hampir di semua negara.

    "Tahun depan saya perkirakan turun menjadi 4,9 persen," kata dia Faisal di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu, 21 November 2019.

    Menurut dia, terlalu superior jika Indonesia tetap tumbuh di atas 5 persen. "Hampir semua negara turun kita naik. Apa istimewanya kita? Tidak ada juga tuh," ujarnya.

    Sedangkan untuk tahun ini, Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan sekitar 5 persen.

    Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 sebesar 5,02 persen secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi secara kuartalan masih tumbuh 3,06 persen. Secara kumulatif masih tumbuh 5,04 persen.

    “Ini masih tidak terlalu curam dibandingkan negara maju dan negara berkembang lain di tengah perang dagang,” ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Selasa, 5 November 2019.

    Secara rinci, pertumbuhan kuartal III 2019 (qtq) naik 3,06 persen di mana sektor lapangan usaha untuk pengadaan listrik dan gas tumbuh 4,94 persen, disusul sektor lapangan konstruksi 4,76 persen, dan jasa keuangan serta asuransi tumbuh 4,66 persen.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.