Serupa, Menteri PUPR: Jepang Ingin Bantu Pemindahan Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan kawasan wisata Waduk Muara Nusa Dua di Kota Denpasar, Bali, 14 Juni 2019. Waduk dengan luas 35 hektar dan 700 ribu meter kubik air itu dibangun untuk memasok air baku kawasan Kabupaten Badung selatan dan Kota Denpasar sekaligus akan dijadikan kawasan wisata air. Johannes P. Christo

    Presiden Jokowi (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan kawasan wisata Waduk Muara Nusa Dua di Kota Denpasar, Bali, 14 Juni 2019. Waduk dengan luas 35 hektar dan 700 ribu meter kubik air itu dibangun untuk memasok air baku kawasan Kabupaten Badung selatan dan Kota Denpasar sekaligus akan dijadikan kawasan wisata air. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan Jepang ingin membantu Pemerintah Indonesia terkait dengan rencana pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Basuki seusai mendampingi Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan delegasi Japan Indonesia Association (Japinda) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2019.

    "Mereka ingin membantu terlibat dalam ibu kota negara, karena banyak pengalaman," kata Basuki di Istana Kepresidenan, Jakarta.

    Menurutnya, Presiden Jokowi menyambut tawaran dari Jepang tersebut. Basuki mengatakan salah satu delegasi, Presiden Japinda sekaligus mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda menyatakan Jepang berminat untuk berbagi pengalaman dalam memindahkan ibu kota.

    Jepang memiliki sejarah yang panjang dalam memindahkan ibu kota. Pada ratusan tahun yang lalu, Jepang berulang kali memindahkan ibu kotanya. Pada saat ini, ibu kota Jepang adalah Tokyo.

    Seperti diketahui, pemerintah berencana memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Pemindahan itu akan dimulai pada 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.