Temui Jokowi, Jepang Sebut Ingin Bantu Atasi Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kebon Pala membersihkan sisa lumpur dan genangan di dalam rumahnya akibat banjir yang melanda daerah tersebut pada dinihari tadi di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Sampai saat ini warga masih membersihkan rumah mereka masing-masing dari sisa lumpur dan genangan akibat banjir tersebut. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga Kebon Pala membersihkan sisa lumpur dan genangan di dalam rumahnya akibat banjir yang melanda daerah tersebut pada dinihari tadi di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Sampai saat ini warga masih membersihkan rumah mereka masing-masing dari sisa lumpur dan genangan akibat banjir tersebut. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan delegasi Japan Indonesia Association (JAPINDA) yang dipimpin mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda, di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas sejumlah kerja sama.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu bentuk kerja sama yang ditawarkan pihak Jepang sadalah keinginan untuk ikut membantu mengatasi banjir Jakarta. Hal itu, kata Airlangga, disampaikan oleh Direktur Utama Taisei Corporation Takashi Yamauchi.

    "Terkait dengan penanganan bencana banjir mereka menawarkan untuk dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan tersebut termasuk penanganan banjir Jakarta," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 20 November 2019.

    Menurut Airlangga, Taisei sudah mengerjakan sejumlah proyek di Indonesia sejak 60 tahun yang lalu. Salah satunya pembangunan Hotel Indonesia. "Dan berdasarkan data, Taisei punya pengalaman juga mengerjakan pengembangan kota-kota," ucap dia.

    Selain itu, kata Airlangga, dalam pertemuan tadi disinggung pula soal proyek pengembangan Blok Masela. "Disampaikan perancangan desain dan pembebasan lahan, local content sedang disiapkan, dan akan memperkerjakan tenaga kerja di sana, proyek dari 2022 sampai 2027," tuturnya.

    Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan keinginannya agar hubungan Indonesia-Jepang ditingkatkan dalam bentuk kerja sama pertanian dan teknologi. Mengutip pernyataan Jokowi, Airlangga, mengatakan bahwa Jepang akan dilibatkan dalam pengembangan wisata di Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

    "Bapak Presiden juga menyampaikan akan disiapkannya omnibus law yang akan menyelesaikan persoalan investasi dan beliau juga menyampaikan pemangkasan birokrasi, dan kebijakan baru terkait dengan DNI tentunya dengan kegiatan ini investasi dapat terus bertingkat," kata Airlangga.

    Airlangga menuturkan, Jokowi ingin kerja sama pembangunan Sumber Daya Manusia dan teknologi Indonesia - Jepang dibuatkan kerangka kerjanya. "Fukuda mengatakan akan ditugaskan ke duta besar untuk bekomunikasi dengan kementerian terkait," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.