Menko Luhut Tetapkan Empat Syarat Investasi di Indonesia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan ada empat syarat investasi yang harus dipenuhi para investor ke Indonesia. Empat syarat tersebut itu akan memberikan keuntungan kepada Indonesia. Syarat ini juga memperhatikan kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

    "Pertama, kami tidak akan menerima investasi kalau tidak membawa teknologi yang first class," katanya saat menjadi keynote speaker Institute for Essential Service Reform di Jakarta pada Selasa, 19 November 2019.

    Dia memastikan tidak ada investor yang membawa teknologi kelas dua ke Indonesia. Adapun syarat kedua adalah para investor harus melakukan teknologi transfer.

    Terobosan ini, kata Luhut, akan memberi dampak pada pekerja Indonesia. Dengan transfer teknologi tersebut, pekerja Indonesia akan memperoleh transfer pengetahuan terhadap teknologi baru yang masuk ke dalam negeri.

    Dia menerangkan pemerintah sedang membangun proyek lithium baterai di Morowali, Sulawesi Tengah. Nantinya pabrik tersebut menggunakan 70 persen raw material dari Indonesia.

    Dari pembangunan pabrik ini, pemerintah menargetkan Indonesia dapat memiliki lithium baterai untuk penggunaan kendaraan listrik pada 2021 atau 2022.

    Selain itu syarat ketiga investasi yaitu harus memiliki nilai tambah bagi Indonesia. Dia mencontohkan Freeport sejatinya memiliki nilai rambah yang cukup banyak. Namun, hanya diketahui belakangan. Syarat terakhir adalah melakukan kerja sama bussines to bussines.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.