Menteri Perindustrian Jemput Investasi Rp 60,5 T ke Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Seoul - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjemput investasi US$ 4,3 miliar atau Rp 60,5 triliun dari Lotte Chemical saat menggelar pertemuan dengan direksi Lotte di Seoul, Korea Selatan.

    “Lotte Chemical memastikan untuk berinvestasi 4,3 miliar dolar AS untuk pembangunan pabrik kimia di Indonesia,” kata Menperin kepada Antara di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 19 November 2019.

    Lotte Chemical melalui PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) tengah membangun kompleks petrokimia senilai US$ 3,5 miliar di Cilegon, Banten. Melalui pertemuan dengan Menteri Agus, Lotte menyatakan akan menambah investasinya menjadi US$ 4,3 miliar untuk memperluas pabrik tersebut.

    Dengan tambahan investasi itu, Lotte akan meningkatkan kapasitas produksi naphta cracker menjadi 3,5 juta ton per tahun dari rencana sebelumnya 2 juta ton per tahun.

    Bahan baku tersebut selanjutnya diolah untuk menghasilkan beberapa produk turunan yakni ethylene, propylene, polypropylene, dan produk turunan lainnya.

    “Iya, mereka mau tambah investasi meskipun pabriknya saat ini sedang dalam pembangunan,” ungkap Menperin.

    Kepala Unit Bisnis Lotte Chemical Kim Kyo Hyun menyampaikan, keputusan untuk menambah investasi diambil mengingat Indonesia masih bergantung pada produk-produk petrokimia impor.

    “Jadi, kami membangun pabrik petrokimia itu untuk menggantikan barang-barang impor yang selama ini dilakukan supaya bisa diproduksi di dalam negeri,” ujar Kim.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.