Situasi Kian Panas, Bandara Hong Kong Hanya Jadi Tempat Transit

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjuk rasa berusaha memadamkan tabung gas air mata selama bentrokan dengan polisi di luar Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) di Hong Kong, Cina 17 November 2019. REUTERS/Adnan Abidi

    Para pengunjuk rasa berusaha memadamkan tabung gas air mata selama bentrokan dengan polisi di luar Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) di Hong Kong, Cina 17 November 2019. REUTERS/Adnan Abidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Bandara Hong Kong melaporkan bahwa penumpang selama Oktober telah turun 13 persen dan penerbangan dari dalam dan luar Hong Kong turun 6,1 persen. Saat ini, penumpang hanya mengunakan Hong Kong sebagai tempat transit daripada sebagai tujuan utama.

    Minggu lalu, Cathay Pacific Airways Ltd memperkirakan pertumbuhan bisnis perusahaan sangat menantang dan tidak pasti. Alhasil, perusahaan harus menunda pengiriman empat pesawat baru akibat penurunan permintaan.

    Sejumlah maskapai dari kawasan Asia memutuskan untuk memangkas penerbangan ke Hong Kong dalam beberapa minggu ke depan seiring dengan semakin parahnya protes antipemerintah di kota tersebut.

    Adapun pembatalan penerbangan telah dilakukan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, SpiceJet Ltd dari India, AirAsia Group Bhd dari Malaysia, PAL Holdings Inc dan Cebu Air Inc dari Filipina.

    Pembatalan penerbangan ini dilakukan setelah kerusuhan semakin parah ketika polisi Hong Kong bentrok dengan mahasiswa di salah satu universitas.

    Kerusuhan di Hong Kong sejauh ini telah terjadi selama enam bulan hingga membuat hub keuangan global ini terpuruk dalam resesi.

    Berdasarkan data Routes Online, Senin, 18 November 2019, Garuda Indonesia telah mengurangi penerbangan ke Hong Kong menjadi empat penerbangan seminggu dari sebelumnya 21 penerbangan.

    Sementara itu, SpiceJet menutup rutenya mulai 15 Januari 2020 dan Air Asia akan menutup rute Kuala Lumpur- Hong Kong dan Kota Kinabalu - Hong Kong mulai Desember 2019 dan January 2019.

    Sayangnya, Garuda Indonesia dan Spice Jet tidak memberikan konfirmasi terhadap keputusan tersebut. Namun, AirAsia mengungkapkan jumlah penumpang berkurang tajam dalam beberapa bulan terakhir, sehingga maskapai harus menyesuaikan kapasitasnya.

    Juru bicara PAL Holdings mengatakan penerbangan Philippine Airlines telah mengunakan pesawat berbadan kecil dibanding biasanya untuk rute Hong Kong karena penumpang memilih menunda perjalanan melihat faktor keamanan. Saat ini, penerbangan ke Hong Kong dari Manila telah dikurangi menjadi empat penerbangan per hari dari semula lima penerbangan.

    Cebu Air menuturkan maskapai harus memangkas penerbangannya ke Hong Kong karena permintaan yang turun. Namun, Cebu Air tetap meluncurkan rute baru Puerto Princesa-Hong Kong pada Minggu, 17 November 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?