Chandra Hamzah Mengaku Dihubungi Erick Thohir Sejak Pekan Lalu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah selepas pertemuan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Tempo/Caesar Akbar

    Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah selepas pertemuan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah mengatakan dirinya telah dihubungi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir sejak pekan lalu. Ia berujar undangan bertemu itu disampaikan langsung Erick melalui Whatsapp.

    "Harusnya Rabu pekan lalu saya datangnya, tapi saya enggak cocok waktunya, jadi hari ini," ujar Chandra di Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Senin, 18 November 2019.

    Tak menjelaskan secara terperinci maksud Erick memanggilnya, Chandra mengatakan pesan itu hanya berisikan ajakan untuk bertemu. "Saya lupa kalimatnya, tapi mengajak ketemu saja."

    Mendapat pesan tersebut, Chandra sudah memiliki ekspektasi tersendiri. Ia meyakini Erick memanggilnya untuk memperoleh masukan. Mengingat, Erick memang baru diangkat menjadi menteri pada Oktober lalu. Selepas pertemuan, Chandra mengatakan mereka hanya membicarakan hal umum dan normatif. "Kami enggak bicara jabatan," ujar dia.

    Menurut dia, ada sejumlah persoalan yang mesti dibenahi di tubuh perusahaan pelat merah adalah bagaimana meningkatkan integritas dan kinerja awak BUMN. Di samping itu, bagaimana perusahaan milik negara itu tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, justru menyumbang pundi-pundi ke penerimaan negara.

    "Beliau bandingkan di Majalah Forbes ada orang terkaya di dunia, dan kekayaan tujuh saja orang itu lebih besar dibandingkan kekayaan kita. Kenapa kita enggak bisa seperti itu," kata dia.

    Hal lain yang dibicarakan, kata Chandra, adalah soal aturan dan hukum. "Tentu saja di setiap masalah itu pasti ada masalah hukum cuma terlalu teknis, ada yang perlu diperbaiki," ujar dia.

    Ia mengatakan saat ini memang ada kendala-kendala hukum yang mengganjal perusahaan pelat merah untuk bergerak maju. Hanya saja, Chandra enggan memperinci persoalan tesebut karena dinilai terlampau teknis. "Norma-norma hukum tentang BUMN lah, Pak Menteri ingin BUMN maju, kendalanya apa, pengalaman saya dulu seperti apa."

    Chandra tak menyangkal bahwa salah satu topik yang dibicarakan adalah soal perkara korupsi yang belakangan mendera BUMN di Tanah Air. Ia berujar Erick Thohir tak mau ada pejabat BUMN yang tersangkut kasus rasuah lagi. "Pak Menteri menyampaikan bahwa integritas penting, jangan sampai BUMN jadi bancakan, sehingga ada yang terjerat kasus korupsi lagi," tuturnya.

    Chandra Hamzah tiba di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Selatan, Jakarta, sekitar pukul 08:30 WIB. Dia datang mengenakan kemeja batik berwarna cokelat dan langsung menuju meja resepsionis untuk mengisi buku tamu.

    Awak media berusaha meminta komentar terkait kedatangan Chandra, namun ia hanya berkomentar singkat. "Saya diajak ngopi-ngopi mas," ujarnya. Tak lama kemudian, Chandra dijemput seorang pegawai Kementerian BUMN menuju ruang kerja Erick Thohir di lantai 19.

    Chandra Hamzah sendiri bukan orang asing di BUMN, karena pernah diangkat menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) pada 23 Desember 2014. Selain itu dia pernah diminta menjadi Komisaris Bank BTN, namun menolaknya.

    CAESAR AKBAR | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.