Menteri Pertanian Tanggapi Pro-Kontra Penamaan Anggur Jan Ethes

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. ANTARA

    Politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengomentari pro-kontra penamaan varietas anggur Jan Ethes SP1 yang identik dengan nama cucu pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    "Ini sempat ramai juga, tapi sebenarnya penamaan itu tidak ada maksud apa-apa. Juga tidak ada koordinasi sebelumnya dengan siapa-siapa, ya kebetulan saja terlintas," kata Syahrul saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Senin, 18 November 2019.

    Syahrul menjelaskan bahwa awalnya nama dari percobaan varietas baru tersebut adalah Genetika Test 1. Sehingga ketika akan dimunculkan sebuah hasil, sering disingkat dengan Gen Tes 1.

    Secara kebetulan terlintas, penamaan muncul menjadi Jan Ethes SP 1. Sebab, kata dia, memang secara visual anggur tersebut kecil, banyak, bergerombol serta manis sehingga diidentikkan namanya dengan cucu Presiden Jokowi.

    Ia tidak mempermasalahkan adanya pro dan kontra yang berkembang atas penamaan tersebut. Sebab ia tidak menyangka hal tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Kritik terhadap penamaan varietas anggur tersebut muncul di media sosial seperti Twitter.

    Syahrul memberi nama varietas anggur baru hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) dengan nama Jan Ethes SP1.

    Syahrul memberikan nama yang mirip dengan cucu pertama Presiden Jokowi tersebut dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Pengembangan Mangga dan Anggur sebagai rangkaian acara Pekan Inovasi Mangga Nasional.

    "Saya suka nama itu, dalam bahasa Jawa artinya sangat bagus, Jan berarti sangat, Ethes berarti cekatan, pas sekali, ini varietas unggul," kata Syahrul.

    Seusai mencicipi anggur dengan hasil varietas baru tersebut, nama Jan Ethes dirasa Syahrul sangat pas dengan karakteristik anggur itu. Cita rasa buah anggur manis dan segar, dengan tekstur daging buah yang krispi dan tidak terlalu berair.

    Syahrul menambahkan ke depannya varietas tersebut akan terus dikembangkan dengan harapan anggur tersebut bisa meningkatkan produksi anggur dalam negeri, dan menjadi produk buah unggulan baru Indonesia.

    Varietas anggur baru tersebut dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Badan Litbang Pertanian.

    Tidak hanya memiliki tekstur yang disukai banyak kalangan, anggur yang dinamai Jan Ethes tersebut cenderung tidak mudah rontok, sehingga dapat disimpan selama tujuh hari setelah panen pada suhu ruang, sementara pada ruang pendingin dapat bertahan hingga 14 hari.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?