Polisi: Tes Urine Pilot Batik Air yang Pingsan Bebas Narkoba

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019. Pesawat tergelincir saat akan take off. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019. Pesawat tergelincir saat akan take off. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda NTT AKBP Jo Bangun mengatakan hasil tes urine terhadap pilot maskapai penerbangan Batik Air Djarot Harnanto bebas dari narkoba. Djarot dikabarkan pingsan saat menerbangkan pesawat dengan rute Jakarta-Kupang. 

    "Hasil tes urine yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda NTT kepada yang bersangkutan menunjukkan hasil negatif, " katanya kepada wartawan di Kupang, Senin 18 November 2019. 

    Hal ini disampaikan berkaitan dengan hasil tes urine yang dilakukan resnarkoba Polda NTT terhadap pilot tersebut pascadirawat di RS Siloam Kupang.

    Ia mengatakan proses pemeriksaan oleh Resnarkoba kepada pilot tersebut dilakukan pada Minggu 17 November malam saat pilot tersebut sadar dari pingsannya.

    "Pemeriksaan urine dilakukan semalam dan memang hasilnya negatif. Selain itu pilot tersebut diberikan beberapa pertanyaan seputar kejadian tersebut," kata mantan Kapolres Kupang Kota itu.

    Pilot tersebut juga kata dia setelah dirawat di ruang IGD pada malam itu juga langsung dipindahkan ke kamar VIP untuk dirawat lebih lanjut.

    Sebelumnya diberitakan Batik Air dengan pesawat jenis Airbus A320 – 200 CEO registrasi PK – LUF membawa tujuh kru dan 148 penumpang. Pesawat lepas landas pada pukul 09.12 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan mendarat di El Tari pukul 12.46 WITA.

    Pilot Batik Air yang menerbangkan pesawat bernomor ID-6548 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE) mengaku mendadak pusing sebelum mendarat darurat di Bandara El Tari Kupang pada Minggu 17 November 2019.

    Sebelum menurunkan ketinggian, Pilot in Command (PIC) dalam hal ini pilot merasa adanya gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas. Pilot akhirnya mendapatkan pertolongan pertama.

    Penerbangan ID-6548 dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.