Natal dan Tahun Baru, Puncak Libur Via Kereta 22 dan 29 Desember

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik bersiap menaiki Kereta Api di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. ANTARA

    Pemudik bersiap menaiki Kereta Api di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro memprediksi para pengguna kereta api (KA) banyak memilih 22 dan 29 Desember 2019 untuk liburan Hari Natal dan Tahun Baru. Selain itu dia memperkirakan ada lonjakan penumpang sebesar 4 persen.

    "KAI memperkirakan tanggal 22 dan 29 Desember sebagai tanggal favorit masyarakat untuk menggunakan jasa kereta api,” kata Edi di Gedung Jakarta Railways Center, Jakarta Pusat, Senin, 18 November 2019.

    Dengan lonjakan penumpang sebesar itu, ia mengatakan, KAI menetapkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru selama 18 hari yang dimulai 19 Desember 2019 - 5 Januari 2020.

    Selama Natal dan Tahun Baru 2019/2020, Edi mengungkapkan, KAI akan menjalankan 404 perjalanan KA yang terdiri dari 374 KA Reguler dan 30 KA tambahan Natal dan Tahun Baru. Ia menuturkan, jumlah tersebut meningkat 2,5 persen dari 2018 sebanyak 394 KA yaitu 346 KA Reguler dan 48 KA Natal dan Tahun Baru.

    Edi mengatakan, tiket KA Jarak Jauh Reguler pada masa Natal dan Tahun Baru 2020 dapat dibeli mulai 19 November 2019 atau H-30 keberangkatan di seluruh kanal resmi penjualan tiket kereta api seperti aplikasi KAI Access, situs kai.id, dan lainnya. Sementara untuk KA Lokal, tiket dapat dipesan mulai H-7 Keberangkatan melalui aplikasi KAI Access atau 3 jam sebelum keberangkatan di lokasi keberangkatan stasiun.

    Untuk mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang, KAI menjalankan 30 perjalanan KA Natal dan Tahun Baru yang dapat dipesan mulai 25 November 2019 di seluruh kanal penjualan.

    "Oleh sebab itu nanti di KAI access akan akomodir penjualan tiket dengan penambahan KA," ungkap dia.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.