Medco Mulai Bor Sumur Migas di Lapangan Temelat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pipa gas yang terpasang di lokasi rencana pengeboran sumur gas bumi di sumur Tanggulangin 1 di Desa Kedung Banteng, Sidoarjo, Jawa Timur, 9 Januari 2016.  Hingga saat ini, Dirjen Migas Kementerian ESDM belum memberikan persetujuan dari aspek keselamatan kerja pengeboran sumur gas tersebut. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pipa gas yang terpasang di lokasi rencana pengeboran sumur gas bumi di sumur Tanggulangin 1 di Desa Kedung Banteng, Sidoarjo, Jawa Timur, 9 Januari 2016. Hingga saat ini, Dirjen Migas Kementerian ESDM belum memberikan persetujuan dari aspek keselamatan kerja pengeboran sumur gas tersebut. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Palembang - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Medco E&P mulai melakukan pengeboran sumur Migas di Lapangan Temelat, di Desa Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) Kabupaten Musi Rawas.

    "Kegiatan pengeboran sudah dimulai," kata Andi Arie Pangeran Senior Manager of Public Relation SKK Migas kantor perwakilan Sumatera Bagian Selatan atau Sumbagsel, Senin, 18 November 2019. 

    SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Indonesia (Medco E&P) berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) dalam upaya memenuhi kebutuhan energi nasional. Salah satu tugas pemerintah yang dilakukan oleh SKK Migas bersama mitra kerja pemerintah; KKKS Medco E&P Indonesia adalah dengan melakukan pengeboran sumur migas di Lapangan Temelat.

    Kepala Divisi Manajemen Proyek Bidang Pengendalian Operasi SKK Migas, Luky Agung Yusgiantoro, Minggu kemarin mengunjungi Lapangan Temelat dan berkomunikasi dengan para pekerja KKKS Medco E&P Indonesia di lapangan. Dia mengingatkan agar dalam beraktivitas selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja serta lindung lingkungan hidup.

    "Proyek ini bukti sumbangsih Medco E&P dan SKK Migas serta perusahaan pendukung lainnya kepada Negara karena produksi migas di lapangan Temelat ini nantinya akan digunakan untuk kebutuhan energi domestik," ujar Luky.

    Sebagaimana diketahui Pemerintah menggaet KKKS Medco E&P Indonesia sebagai mitra kerja dalam kegiatan hulu migas, “ini adalah kegiatan Pemerintah, Negara berkepentingan untuk memenuhi kebutuhan energi sehingga produksi migas yang dihasilkan SKK Migas dan KKKS Medco E&P Indonesia, dapat dimanfaatkan untuk seluas-luasnya kemakmuran bangsa Indonesia” tutupnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?