Pilot Batik Air Pingsan, Angkasa Pura I Tunggu Pemeriksaan KNKT

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019. Pesawat tergelincir saat akan take off. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019. Pesawat tergelincir saat akan take off. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional El Tari Kupang menyatakan pihaknya menunggu hasil pemeriksaan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait pingsannya seorang pilot  Batik Air dengan rute penerbangan Jakarta-Kupang. Akibat pilot yang sakit itu, pesawat mendarat daurat di bandara Bandara El Tari, Kupang.

    "Penyebab tidak sadarkan diri masih belum dapat dipastikan, menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata General Manager Bandara Internasional El Tari Kupang, Barata Singgih Riwahono kepada wartawan di Kupang, Minggu, 17 November 2019.

    Hal ini disampaikannya ketika dimintai keterangan soal pingsannya pilot Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6548 saat sedang membawa pesawat tersebut menuju Kupang dari Jakarta.

    Barata mengatakan bahwa saat ini pilot tersebut sudah dibawa ke RS Siloam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter di RS tersebut sekaligus mendapatkan perawatan.

    Saat kejadian,lanjutnya, usai pesawat tersebut mendarat, tim gabungan Angkasa Pura I Bandara El Tari didampingi dokter dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung bertindak sigap untuk langsung membawa pilot ke RS tersebut.

    Dikatakannya walaupun pilot Batik Air mengalami kejadian tak sadarkan diri, tidak ada kejadian lain yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa.

    Sementara itu Kepala Bagian Komunikasi Strategis Batik Air Danang Mandala Prihantoro, sendiri mengakui bahwa ada pilotnya yang memang mengalami gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas saat membawa pesawat tersebut

    "Sebelum menurunkan ketinggian, Pilot in Command (PIC) dalam hal ini pilot merasa adanya gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas," katanya.

    Seluruh kru yang bertugas bekerja berdasarkan prosedur dan tindakan yang tepat. Pilot Batik Air mendapatkan pertolongan pertama.Penerbangan ID-6548 dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing). "Kondisi ini sudah sesuai tindakan operasional penerbangan dalam buku manual," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.