Libur Natal dan Tahun Baru, Pelni Kerahkan 26 Kapal Penumpang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang Kapal Pelni Leuser asal Sampit, Kalimantan Tengah, menuruni tangga saat kapal yang mereka tumpangi bersandar di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 29 Mei 2019. Memasuki H-7 Idul Fitri, pemudik yang berasal dari luar pulau Jawa mulai berdatangan dan memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan arus mudik Lebaran 2019. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Sejumlah penumpang Kapal Pelni Leuser asal Sampit, Kalimantan Tengah, menuruni tangga saat kapal yang mereka tumpangi bersandar di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 29 Mei 2019. Memasuki H-7 Idul Fitri, pemudik yang berasal dari luar pulau Jawa mulai berdatangan dan memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan arus mudik Lebaran 2019. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Bandung - PT Pelayaran Indonesia (Persero) atau Pelni mengerahkan seluruh armada kapal milik perusahaan dalam melayani angkutan penumpang saat liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. 

    Pelni saat ini memiliki 26 kapal penumpang, sembilan kapal barang, empat kapal feeder barang, 54 kapal perintis, satu kapal ternak, 17 kapal rede.

    "Armada full (seluruhnya) kami kerahkan. Saat ini semua kapal kami sudah masuk docking atau perawatan untuk menjaga keandalan kapal dan laik secara safety dan secure di air. Docking ini kita percepat sebelum Natal dan Tahun Baru," kata Corporate Secretary PT Pelni, Yahya Kuncoro di Lembang, Jawa Barat, Minggu 17 November 2019.

    Yahya menuturkan perseroan telah menetapkan masa high season atau musim padat penumpang untuk liburan Natal dan Tahun Baru yang berlangsung 11 Desember 2019 (H-14) hingga 8 Januari 2020 (H+14).

    Menurut Yahya, masa high season yang ditetapkan perseroan memang berbeda dengan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan yang biasa menetapkan sepekan. Alasanya karakteristik angkutan laut relatif lebih lama masa dibandingkan angkutan darat atau udara.

    Pelni memantau ruas yang akan ramai pada musim liburan Natal dan Tahun Baru. Pemantauan dilakukan untuk bisa melakukan rute ulang (rerouting) atau penyesuaian jadwal untuk mengakomodir tingginya penumpang di wilayah-wilayah yang akan merayakan liburan.

    "Ada beberapa ruas yang mengalami perubahan, manambah frekuensi ruas Papua, Ambon, Belawan dan Batam, Makassar, Balikpapan, Tarakan dan Nunukan, Sabu dan Rote, Waingapu. Dan satu kapal melakukan perubahan rute utk rute Tanjung Priok-Padang-Gunung Sitoli," jelasnya.

    Ada 15 kapal penumpang milik Pelni yang akan mengalami perubahan rute dari rute regular untuk membantu mengantisipasi lonjakan penumpang saat Natal dan Tahun Baru dengan rincian satu kapal tipe 3000 pax, sembilan kapal tipe 2.000 pax, tiga kapal tipe 1.000 pax dan dua kapal tipe 500 pax.

    Yahya menambahkan, penumpang sudah bisa memesan tiket perjalanan sejak H-30 dari tanggal pemberangkatan.

    Perusahaan juga bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk ikut mengamankan dengan turut serta berlayar di ruas high season. 

    Ada pula posko angkutan Natal dan Tahun Baru yang akan disiagakan dan dibuka selama 24 jam di masa high season serta call center 162 yang bisa dihubungi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?