Tips Bagi Milenial untuk Membeli Rumah: Sekarang Atau...

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menabung untuk memiliki rumah (Pixabay.com)

    Ilustrasi menabung untuk memiliki rumah (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Realti PP Urban Budi Suanda menilai generasi milenial harus membeli rumah dari sekarang. "Kalau tidak beli sekarang, nanti di atas 10 tahun lagi mereka bahkan menyewa rumah saja mereka tidak mampu, karena harga sewa naik jauh," kata Suanda di Jakarta Convention Center, Sabtu, 16 November 2019.

    Menurut dia, tingkat kenaikan harga rumah di atas kenaikan biaya milenial dalam membayar sewa rumah. "Kalau gaji naik 5 persen, kecuali UMP, tapi sewa rumah itu 7,5 persen per tahun. Sewaktu-waktu pasti akan crossing (butuh tempat hunian yang lebih besar) dia di tahun ke 10," ujar dia.

    Karena itu, dia menyarankan agar generasi milenial mulai mengurangi porsi jalan-jalan atau travelling-nya untuk mulai menabung atau berinvestasi. Dia melihat dari gaji rata-rata milenial, sebenarnya mampu untuk membeli rumah.

    "Mulai membatasi pengeluran untuk menabung. Jangan porsi hunian dipakai jalan-jalan juga. Jalan-jalan pakai porsinya disesuaikan," ujarnya.

    Setelah cukup untuk membayar down payment, kata dia, milenial perlu memilih hunian dengan melihat developer atau pengembang secara hati-hati. Karena kata dia, saat ini banyak yang tidak membangun atau gagal proyeknya.

    Kedua, kata dia, perlu dilihat brand developer atau track record-nya. "Kemudian status sertifikatnya. Kalau kami tanahnya beli, jadi itu HGB (hak guna bangunan) murni bukan tanah pemerintahan, jadi itu bukan sewa jangka panjang, tapi itu hak milik," katanya.

    "Kan ada itu yg sewa jangka panjang, itu tanah pemerintah, kalau kami strata," kata Budi.

    Hal itu disampaikan Budi dalam pameran perumahan Indonesia Property Expo atau IPEX 2019. Pameran itu menghadirkan sekitar 650 proyek perumahan yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pameran itu digelar pada 16 hingga 24 November 2019.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?