Tumpahan Minyak Pertamina Kembali Mencemari Laut Karawang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengumpulkan ceceran tumpahan minyak mentah di Pantai Sedari, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa, 10 September 2019. Pertamina menyatakan prioritas utama penanganan tumpahan minyak mentah di pesisir karawang adalah memastikan keselamatan tim dan masyarakat. ANTARA

    Petugas mengumpulkan ceceran tumpahan minyak mentah di Pantai Sedari, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa, 10 September 2019. Pertamina menyatakan prioritas utama penanganan tumpahan minyak mentah di pesisir karawang adalah memastikan keselamatan tim dan masyarakat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Perairan laut di wilayah utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali tercemar minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

    "Kami telah menerima laporan kalau perairan Karawang tercemar lagi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat Wawan Setiawan saat dihubungi di Karawang, Jumat, 15 November 2019. Atas laporan itu pihaknya langsung menyampaikan ke pihak Pertamina agar bisa langsung ditangani.

    Terjadinya tumpahan minyak mentah itu sendiri diakui cukup mengejutkan. Sebab sebelumnya pihak PHE ONWJ menyatakan kalau tumpahan minyak mentah yang mencemari perairan dan wilayah pesisir utara Karawang itu sudah dibersihkan.

    Vice President Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya mengakui kalau saat ini kembali terjadi tumpahan minyak mentah di perairan Karawang.

    "Karena cuaca yang ekstrim di laut, bongkahan minyak hasil pembersihan platform dan rig lolos dari bagian bawah oil boom. Sehingga kembali tumpah," katanya.

    Ifki menyatakan pihaknya tidak diam atas peristiwa itu. Langkah awal yang dilakukan ialah langsung membersihkannya. "Tim masih di lapangan untuk melakukan pembersihan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.