Naik 3,57 Persen, BPS: Nilai Impor Oktober USD 14,77 Miliar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh pekerja bangunan menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan upah nominal harian buruh bangunan termasuk tukang bukan mandor pada Mei 2018 naik 0,12 persen dibanding April 2018, atau naik dari Rp 85.983,00 menjadi Rp 86.104,00 per hari pada Mei 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    Buruh pekerja bangunan menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan upah nominal harian buruh bangunan termasuk tukang bukan mandor pada Mei 2018 naik 0,12 persen dibanding April 2018, atau naik dari Rp 85.983,00 menjadi Rp 86.104,00 per hari pada Mei 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor Indonesia Oktober 2019 mencapai US$ 14,77 miliar atau naik 3,57 persen dibanding September 2019. Namun jika dibandingkan Oktober 2018 turun 16,39 persen.

    "Penurunan impor dilihat secara tahunan memamg sangat tajam," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jumat, 15 November 2019.

    Dia mengatakan impor nonmigas Oktober 2019 mencapai US$ 13,02 miliar atau naik 2,73 persen dibanding September 2019.  Namun jika dibandingkan Oktober 2018, kata Suhariyanto nilai itu turun 11,75 persen.

    Sedangkan impor migas Oktober 2019 mencapai US$1,76 miliar atau naik
    10,26 persen dibanding September 2019. Nilai itu turun 39,82 persen dibandingkan Oktober 2018.

    "Peningkatan impor nonmigas terbesar Oktober 2019 dibanding September 2019 adalah golongan mesin/peralatan listrik sebesar US$122,8 juta atau 7,26 persen," kata dia.

    Sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin/pesawat mekanik sebesar
    US$ 109,9 juta atau 4,65 persen.

    Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga Oktober 2019 ditempati oleh Cina dengan nilai US$36,32 miliar (29,46 persen), Jepang US$ 13,28 miliar (10,77 persen), dan Thailand US$ 7,92 miliar (6,42 persen).

    Untuk Impor nonmigas, kata Suhariyanto dari ASEAN US$ 24.343,6 (19,75 persen), sementara dari Uni Eropa US$10.214,1 (8,29 persen).

    "Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari hingha Oktober 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 8,31
    persen, 11,19 persen, dan 4,94 persen," kata dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.