Jokowi Mengaku 'Bosan' dengan Basuki Hadimuljono dan Budi Karya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Joko Widodo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara dalam diskusi Forum A1 di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Joko Widodo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara dalam diskusi Forum A1 di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berseloroh bosan dengan dua menterinya, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Keduanya memang telah menjadi pembantu presiden sejak era kabinet pertama Jokowi.

    Pengakuan itu terlontar kala Jokowi diundang sebagai pembicara dalam diskusi Forum A1 bertopik infrastruktur yang digelar di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November 2019. Forum tersebut turut mengundang Basuki dan Budi Karya. 

    Di sela-sela diskusi, pemandu acara Iwan Setyawan menanyai Jokowi ihwal penunjukan kembali Basuki dan Budi Karya di kabinet jilid II. “Bapak enggak bosan dengan dua menteri ini?” tuturnya.

    Jokowi sontak menjawab bosan. “Bosan. Saya ngomong apa adanya,” ujarnya. Dua menteri di samping Jokowi yang namanya disinggung tersebut sekonyong-konyong berdiri dan menunduk. 

    Meski begitu, Jokowi mengakui menunjuk kembali kedua menterinya dengan alasan kuat. Ia ingin Basuki dan Budi Karya mempercepat pembangunan infrastruktur dan transportasi serta menghubungkannya dengan sentra-sentra produksi.

    Ia menyatakan pemerintah perlu melanjutkan agenda pembangunan infrastruktur dalam kurun lima tahun mendatang. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggadang-gadang pembangunan infrastruktur bakal berpotensi mendorong penciptaan lapangan kerja.

    Menurut Jokowi, titik-titik perekonomian baru juga akan bertumbuh seiring dengan terbukanya konektivitas melalui pembangunan jalan tol hingga jalur perbatasan. Selain itu, pembangunan infrastruktur akan membuka jaringan logistik dan menurunkan ongkos pengiriman barang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.