Pasca Bom Medan, Menhub Minta Aplikator Ojek Online Lakukan Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan aturan perlindungan keselamatan dan perhitungan tarif ojek online (ojol) akan berlaku paling lambat pekan depan. Tempo/Tony Hartawan

    Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan aturan perlindungan keselamatan dan perhitungan tarif ojek online (ojol) akan berlaku paling lambat pekan depan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah terjadi bom Medan kemarin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta aplikator penyedia layanan ojek online, yakni Gojek dan Grab Indonesia, memperbaiki sistem pendaftaran bagi pengemudi. Menurut Budi Karya, aplikator perlu membuat standar anyar untuk merekrut mitranya guna meningkatkan keamanan.

    "Kami akan minta aplikator membuat standar baru bagi pendaftaran driver ojol yang baru," ujar Budi Karya di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Kamis, 14 November 2019.

    Menurut Budi Karya, aplikator perlu menambah aturan wajib tatap muka sebagai salah satu syarat pendaftaran. Sebab, selama ini, pengemudi tak disyaratkan melakukan wawancara mendalam dengan pihak perusahaan aplikasi saat mendaftar sebagai mitra.

    Selanjutnya, Budi Karya meminta aplikator menambah syarat rekomendasi bagi pengemudi. Artinya, pengemudi yang hendak mendaftar sebagai mitra Gojek atau Grab Indonesia perlu memperoleh anjuran dari driver yang sudah bergabung sebelumnya.

    "Kemudian, aplikator oerlu melakukan evaluasi terhadap mereka yang sudah bergabung," kata Budi Karya.

    Budi Karya mengimbuhkan kementeriannya bakal mendesak aplikator untuk memperketat aturan pemberian atribut ojek. Ia juga memandang perlu ada pemantauan para pengemudi di media sosial.

    Munculnya saran pengetatan aturan pendaftaran ojek online digalakkan setelah insiden bom terjadi di Medan, Sumatera Utara, kemarin, Rabu, 13 November 2019. Polisi menyatakan pelaku bom mengenakan atribut ojek online dalam melancarkan aksinya.

    Budi Karya menyatakan telah berkomunikasi dengan aplikator ojek online sesaat setelah peristiwa ini terjadi. Ia menyebut pembahasan aturan baru terkait pendaftaran mitra dengan perusahaan aplikasi dilakukan secara insentif dalam 2 hingga 3 hari ini. "Diskusi dengan aplikator sudah mulai hari ini. Paling lambat 3 hari harus ada rekomendasi yang dipenuhi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.