Daya Saing Rendah, Jokowi Dorong Kompetisi dengan Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Joko Widodo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara dalam diskusi Forum A1 di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Joko Widodo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara dalam diskusi Forum A1 di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan indeks daya saing Indonesia masih berada di posisi tengah atau kalah dengan beberapa negara di dunia. Menurut Jokowi, kompetisi Indonesia perlu didorong dengan berbagai cara, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur.

    "Infrastruktur menjadi sebuah fondasi bagi negara untuk (meningkatkan) kompetisi dengan negara lain," kata Jokowi dalam diskusi Forum A1 di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 14 November 2019.

    Itulah sebabnya, kata dia, pemerintah perlu melanjutkan agenda pembangunan infrastruktur dalam kurun 5 tahun mendatang. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggadang-gadang pembangunan infrastruktur bakal berpotensi mendorong penciptaan lapangan kerja.

    Titik-titik perekonomian baru juga akan bertumbuh seiring dengan terbukanya konektivitas melalui pembangunan jalan tol hingga jalur perbatasan. Selain memacu daya saing sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur akan membuka jaringan logistik dan menurunkan ongkos pengiriman barang.

    Saat ini, beban biaya logistik Indonesia masih menyentuh 24 persen dari produk domestik bruto atau PDB. Biaya logistik Indonesia yang masih tergolong tinggi berdampak pada logistic performance index atau indeks performa logistik.

    Berdasarkan pemeringkatan indeks performa logistik skala global, Indonesia masih menempati posisi ke-46. Indonesia kalah lima tingkat dengan Malaysia yang menempati peringkat ke-41.

    Indonesia juga kalah jauh dengan Singapura yang telah menempati posisi ketujuh dalam pemeringkatan indeks performa logistik skala global. Sedangkan Cina menempati posisi ke-26, Thailand ke-32, dan Vietnam ke-39.

    "Tak hanya membangun jaringan logistik, kami akan memfasilitasi produksi sehingga infrastruktur yang kita kerjakan 5 tahun harus disambungkan dengan sentra produksi," ucap Jokowi.

    Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur juga penting dipertimbangkan sebagai salah satu upaya mengoptimalkan akses masyarakat terhadap layanan publik. Ia mencontohkan, pembangunan jalan di Papua akan mempercepat waktu tempuh masyarakat menuju pusat medis seperti Puskesmas.

    "Kemudian, infrastruktur adalah keadilan sosial. Seluruh provinsi yg ada di negara ini harus disentuh dengan infrastruktur," ucap Jokowi. Dengan begitu, fondasi untuk memperkuat daya saing dapat dirasakan merata hingga pelosok daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.