Ahok di BUMN, Sandiaga: Right Man On The Right Place

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno bersama istrinya Nur Asia Uno menghadiri Rapat Pimpinan Nasional dan Apel Kader Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Sandiaga Uno bersama istrinya Nur Asia Uno menghadiri Rapat Pimpinan Nasional dan Apel Kader Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah membenarkan jika mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dicalonkan menjadi pejabat di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengusaha yang juga mantan calon wakil presiden RI, Sandiaga Uno pun angkat bicara soal itu.

    “Saya lihat Pak Erick (Thohir- Menteri BUMN) sebagai pengambil kebijakan pasti akan memastikan jajaran pimpinan BUMN, komisaris dan direksinya,” ujar Sandiaga di sela mengisi seminar di Yogyakarta Kamis 14 November 2019.

    Sandiaga menuturkan, sebagai sesama pengusaha yang juga memimpin perusahaan, ia memahami Erick akan memegang prinsip right man in the right place atau orang tepat di posisi yang tepat untuk mengisi jabatan di perusahaan yang dibawahi Kementerian BUMN.

    “Mungkin Pak Ahok memiliki kekuatan di bidang pertambangan karena beliau sarjana pertambangan, yang dicari tentu kecocokannya,” ujar Sandiaga.

    Meski demikian, Sandiaga meminta publik tak berspekulasi lebih jauh dulu. “Kita menunggu saja hasilnya, jangan kita langsung judge dulu atau memberikan komentar,” ujarnya.

    Sandiaga meminta publik sabar saja menunggu hasilnya dan menunggu pula apa yang menjadi pertimbangan Erick yang akan disampaikan ke publik. “Ketika (Ahok) sudah terpilih kita harus wajib (mendukung) karena BUMN itu milik rakyat, bangsa dan negara. Jadi patut didukung untuk memberikan kemaslahatan sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945, yaitu sebesar besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujarnya.

    Presiden Jokowi sendiri baru sebatas membenarkan jika Ahok dicalonkan menjadi salah satu pejabat BUMN. Namun Jokowi belum mengungkap Ahok akan ditugaskan ke mana dan apa jabatannya. "Kita tahu kinerjanya Pak Ahok jadi ini masih dalam proses seleksi," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.

    Menurut Jokowi, Ahok bisa menduduki kursi Komisaris Utama atau Direktur Utama perusahaan pelat merah. "Bisa dua-duanya tapi pakai proses seleksi, masih dalam proses," ucap dia.

    PRIBADI WICAKSONO | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.