Posisi Ahok di BUMN Ditetapkan Paling Lambat Awal Desember

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di rumah dinas Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di Jakarta Pusat, Selasa, 30 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di rumah dinas Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di Jakarta Pusat, Selasa, 30 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan akan secepatnya menetapkan posisi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di BUMN. Ia menyebut, paling lambat awal Desember 2019 posisi Ahok sudah akan dikukuhkan.

    "Segera mungkin, awal Desember," kata Erick Thohir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 14 November 2019. Ia menjawab pertanyaan media tentang kapan posisi untuk Ahok ditetapkan.

    Erick Thohir pun meminta masyarakat bersabar menunggu keputusan atau ketetapan yang akan diambil pemerintah. Ia  juga belum bersedia menyebutkan Ahok akan ditempatkan di posisi apa dan di BUMN mana.

    Mengenai pertimbangan mengusulkan Ahok, Erick menjelaskan BUMN yang meliputi 142 perusahaan membutuhkan figur yang bisa jadi pendobrak.

    "Gak mungkin 142 perusahaan dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya track record pendobrak, tidak artinya salah dan benar, tapi untuk mempercepat hal-hal yang sesuai arahan," katanya.

    Arahan itu, lanjut dia, satu, bagaimana menekan impor energi. Juga bagaimana membuka lapangan kerja dengan cara berpartner dengan pihak lain.

    Ketika ditanya apakah Ahok akan memimpin BUMN energi, Erick mengatakan belum tahu.
    "Belum tahu, nanti kita lihat," kata Erick Thohir.

    Erick Thohir menyebutkan, setiap penempatan pejabat di BUMN ada pengajuan ke Tim Penilai Akhir termasuk untuk Ahok. "Saya rasa beliau tokoh yang konsisten, track recordnya jelas dan bisa terus membangun," katanya.

    ANTARA | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.