Ciputra Residence: Penjualan Rumah Mewah Masih Berat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial suasana perumahan

    Foto aerial suasana perumahan "The Villas" yang berada di atas Mal Of Indonesia (MOI), kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Kompleks perumahan mewah ini sudah berdiri sejak tahun 2015. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Ciputra Residence Lalitya Ciputra Sastrawinata memperkirakan penjualan di pasar rumah mewah masih berat dan bergerak lambat. Ditambah dengan kondisi perekonomian nasional seperti sekarang ini, menurut dia, hanya rumah menengah yang masih banyak potensinya. 

    “Tahun depan semoga saja bisa naik sedikit dari segi harga atau penjualan. Intinya kami masih akan fokus di kelas menengah,” katanya kepada Bisnis, Rabu 13 November 2019.

    Namun, Ciputra Residence tetap menyediakan segmen kelas atas di proyek-proyek skala besar yang luasnya ribuan hektare.

    “Produk mewah akan tetap ada, tapi tidak dijadikan kontribusi revenue terbesar kami. Proyek mewah itu tetap harus ada untuk image kami sebagai pengembang, mau tidak mau harus main di semua segmen, tapi kita tahu [penjualannya] masih akan pelan,” katanya.

    Tahun depan, Lalitya melanjutkan bahwa Ciputra Residence baru akan menyiapkan peluncuran proyek baru mulai semester II/2019. Selain menantikan kebijakan dari pemerintah untuk mulai memberikan dampak, pihaknya juga menantikan sejumlah rintangan untuk lewat terlebih dahulu.

    “Proyek baru tahun depan semester pertama belum ada karena akan ada Chinese New Year, Lebaran, ada juga liburan sekolah yang berdekatan. Jadi, mungkin baru akan ada lagi mulai kuartal III/2019,” tambahnya.

    Lalitya melanjutkan, untuk kebijakan kebijakan yang ada, setelah pemilu real estat sudah diharapkan naik, tapi nyatanya dampaknya belum terasa. “Jadi, kami masih sabar menunggu.”

    Sebelumnya, Direktur PT Metropolitan Land Wahyu Sulistio mengatakan bahwa penjualan rumah mewah memang masih akan berat hingga tahun depan. Namun, tetap perlu tersedia untuk menangkap potensi jika siklus properti mulai naik.

    “Itu kenapa kami tetap ada kerja sama dengan pengembang luar negeri seperti Keppel Land untuk bangun di Menteng karena segmen itu [mewah] tetap harus tersedia untuk menaikkan margin ketika pasar mulai balik bagus lagi,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.