Milenial Ingin Mengajukan KPR? Simak Tiga Saran Bankir Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat brosur tentang kepemilikan rumah dan apartemen dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, di Jakarta, 18 Februari 2017. Bank BTN menggenjot penyaluran KPR 2017 hingga Rp2,5 triliun, dalam upaya meningkatkan penyaluran KPR Bank BTN sebesar 40 persen hingga tahun 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah pengunjung melihat brosur tentang kepemilikan rumah dan apartemen dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, di Jakarta, 18 Februari 2017. Bank BTN menggenjot penyaluran KPR 2017 hingga Rp2,5 triliun, dalam upaya meningkatkan penyaluran KPR Bank BTN sebesar 40 persen hingga tahun 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada sejumlah pertimbangan yang harus dimiliki generasi milenial jika ingin mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), dan diterima oleh bank sebagai kreditor. 

    Menurut Mortgage & Indirect Auto Business Head PT Bank CIMB Niaga Tbk. Heintje Mogi, hal pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi hunian. Heintje menyarankan calon debitur tidak salah memilih hunian yang tidak strategis karena jauh dari transportasi umum dan sarana serta prasarana publik lain.

    “Baiknya lokasi itu yang menarik. Cari hunian dekat transportasi umum dan banyak fasilitasnya,” ujar Heintje di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu 13 November 2019.

    CIMB Niaga mengutarakan, saat ini banyak milenial yang mulai melirik KPR untuk hunian vertikal atau apartemen. Pilihan ini dianggap wajar karena apartemen umumnya menawarkan banyak fasilitas di sekeliling unit.

    Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah harga hunian. Menurut Heintje, ada baiknya KPR yang diajukan tak membebani keuangan debitur atau terjangkau.

    Ketiga, milenial harus mengetahui detail pengembang hunian yang akan mereka pilih. Jangan sampai calon debitur tergoda dengan tawaran-tawaran menarik pengembang yang tak memiliki rekam jejak bagus. Apalagi pengembang yang tidak bekerja sama dengan bank dalam penyaluran KPR. 

    “Karena enggak mungkin dong misal milenial penghasilan Rp10 juta mau beli rumah harganya Rp2 miliar-Rp3 miliar. Anak-anak milenial itu kalau ada penghasilan beli dulu rumah pertama, nanti kerja makin lama akan tambah penghasilan dan beli rumah kedua yang lebih besar,” katanya.

    Heintje memprediksi ke depannya tren KPR untuk hunian vertikal akan menjadi pilihan utama debitur. Hal ini berlaku terutama bagi calon pembeli hunian di kota-kota besar.

    Hingga kuartal III/2019 penyaluran KPR CIMB Niaga mencapai Rp32,82 triliun. Angka tersebut tumbuh 12,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

    Saat ini, rasio KPR Apartemen dari portofolio pembiayaan hunian perseroan mencapai 8 persen. Hingga akhir 2019 CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan KPR mampu stabil di angka 12-13 persen. Sementara pada 2020 BNGA menargetkan penyaluran KPR tumbuh 13-14 persen.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.