Perbankan Diminta Turunkan Suku Bunga Kredit Konstruksi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku usaha di bidang konstruksi dan infrastruktur meminta perbankan menurunkan suku bunga kredit di sektor itu. Sebab, suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini juga terus berkurang.

    Kalangan operator jalan tol mengaku hingga saat ini penurunan bunga acuan belum berdampak terhadap penurunan bunga kredit untuk mereka. Sekretaris Asosiasi Jalan Tol Indonesia, Krist Ade Sudiyono mengatakan bahwa penurunan bunga acuan oleh Bank Indonesia hanya akan berimbas pada penurunan biaya penghimpunan dana. Perbankan, lanjut Krist tetap mematok margin yang dinilai tinggi.

    "Yang kami minta adalah besaran margin juga diturunkan dari rata-rata saat ini 4 persen. Kalau bisa maksimal 2 persen," ujar Krist kepada Bisnis, Rabu 13 November 2019.

    Krist menjelaskan bahwa hingga saat ini mitigasi risiko perbankan cenderung konservatif dan tidak memberi insentif untuk pertumbuhan industri jalan tol. Hal ini tercermin dari tingkat margin yang dinilai cukup tinggi, padahal profil arus kas operator jalan tol yang stabil bisa menjadi jaminan kemampuan debitur dalam membayar angsuran.

    Berdasarkan laporan keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk., per Maret 2019,  rentang suku bunga pinjaman perbankan untuk perusahaan jalan tol berkisar 7,95 persen sampai dengan 11 persen. Sejumlah kreditur menerapkan skema rata-rata bunga deposito ditambah margin 4 persen sampai dengan 5 persen.

    Adapun Direktur PT Brantas Abipraya (Persero) Bambang E. Marsono mengatakan, sebenarnya negosiasi penyesuaian suku bunga kredit dengan perbankan dilakukan setiap tahun. Penyesuaian bunga dilakukan bila ada perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia.

    "Kalau BI Rate [BI 7-Day Repo Rate] naik ya, mereka [perbankan] minta naik. Biasanya kalau [penyesuaian bunga] naik cepat, tapi kalau turun itu agak susah," ujar dia.

    Menurut Bambang, rata-rata bunga pinjaman yang diperoleh Brantas Abipraya dari kreditur di bawah 10 persen. Suku bunga kredut tersebut, lanjut Bambang, mencerminkan tingkat kepercayaan bank yang tinggi terhadap perseroan.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengimbau kalangan perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Imbauan itu disampaikan Presiden dalam pembukaan pameran Indonesia Banking Expo pada 6 November 2019.

    Dalam 11 bulan terakhir, Bank Indonesia telah melakukan empat kali penyesuaian suku bunga acuan. Secara keseluruhan, BI 7-Day Repo Rate telah turun 100 basis poin ke level 5 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.